Ini Penyebab (Terkini) Harga Minyak di Pasar Dunia Melonjak

ilustrasi (dok.odi.org)ilustrasi (dok.odi.org)

Pantau.com  Tren kenaikan harga minyak di pasar dunia kembali berlanjut. Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada perdagangan pada Rabu (24/1/2018) atau Selasa waktu setempat.


Patokan harga minyak Amerika, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2018, naik USD0,90 menjadi USD64,47 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, untuk patokan global sendiri, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, naik USD0,93 menjadi USD69,96 per barel.


Sebelumnya, WTI menyatakan pengiriman pada Februari 2018, naik 25 sen menjadi USD63,62 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari 2018, naik 42 sen menjadi USD69,03 per barel berdasarkan harga London ICE Futures Exchange.

Sejumlah kalangan berpendapat, harga minyak melonjak lantaran investor melihat tanda-tanda meningkatnya permintaan tahun ini. Seperti sebuah keterangan tertulis dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 dan 2019 menjadi 3,9 persen.

Di sisi lain, harga minyak dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dipatok sebesar USD48 per barel. Perbedaan harga minyak dunia dan asumsi harga minyak yang telah dipatok dalam APBN 2018.


Tak ayal, lonjakan tersebut membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara. Ia menegaskan, pemerintah bakal terus memantau perkembangan harga minyak di pasar dunia dan potensi dampaknya pada postur APBN.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti