Ini Sanksi Jika Lembaga Keuangan Tak Lapor ke Ditjen Pajak

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan meminta semua Lembaga Keuangan untuk melakukan pendaftaran sebagai prosedur administrasi sebelum mengikuti kebijakan penyampaian laporan informasi keuangan secara otomatis (AEOI).

“Sebelum 28 Februari, diharapkan semua sudah mendaftar,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, Rabu (14/2/2018).

Ia menambahkan pendaftaran dimaksud, dibutuhkan untuk memudahkan otoritas pajak dalam memperoleh akses informasi keuangan sekaligus, mencegah terjadinya pelarian pajak yang dilakukan berbagai perusahaan multinasional dan individu super kaya.

Lebih lanjut Ia mengatakan Ditjen Pajak menjamin prosedur pencatatan administrasi ini tidak menyulitkan para pelaku jasa keuangan. Alasannya, Ditjen Pajak telah dibuat seringkas mungkin, atau hampir sama seperti kemudahan masyarakat dalam mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Baca juga: Duh! Peran Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi (Disebut) Masih Kurang

“Kalau tidak melapor, sesuai UU tidak ada sanksi, karena ini hanya administrasi. Namun, sanksi berlaku ketika kewajiban menyerahkan data rekening mulai berlangsung April. Ketentuan sanksinya mulai pidana satu tahun atau denda Rp1 miliar,” papar Hestu.

Soal kesiapan sistem pelaporan yang belum begitu memadai, Hestu mengatakan lembaga keuangan tidak menemui prosedur seperti pengisian e-filing, karena bisa dilakukan secara offline terlebih dahulu sebelum dikirim melalui aplikasi.

“Kita tidak ada masalah di sistem, karena kita juga membuatnya dalam e-form, kalau sudah siap baru submit, tidak seperti e-filing. Jadi bentuk e-form di-download, diisi dengan lengkap baru bisa di-upload, pendaftarannya seperti itu,” kata Hestu.

Baca juga: Menakar ‘Manfaat’ Lonjakan Cadangan Devisa Indonesia

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti