Ini Tiga Prinsip Pengenaan Bea Masuk Barang Tak Berwujud

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi. (Pantau.com/Ratih Prastika)Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan mengaku tengah melakukan finalisasi aturan penggenaan bea masuk pada barang tak berwujud (intangible goods) yang diperdagangkan secara elektronik (e-commerce) dari luar negeri. 

“Mudah-mudahan bisa segera keluar,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, Selasa (6/2/2018).

Pada prisipnya, Ia menyampaikan ada tiga prinsip penggenaan bea masuk pada barang tak berwujud. Pertama, aturan yang dibuat bakal berpedoman pada prinsip-prinsip perdagangan internasional. Karenanya, bakal diterapkan self assessment.  Kedua, prosedur dan tata kelola yang bakal diterapkan akan sangat sederhana dan mengandalkan teknologi informasi (IT).

“Ketiga, kita akan lakukan bertahap,” imbuhnya.

Ia mengaku pihaknya sudah menerima sejumlah masukan dari marketplace maupun asosiasi terkait perdagangan barang tak berwujud yang diperdagangan secara elektronik. “Sehingga kita harapkan (aturan) ini sudah menjadi satu pemahaman bersama dan persepsi yang sama,” imbuhnya.

Haru mengatakan aturan yang bakal diterbitkan baru sebatas menyisir barang tak berwujud yang diperdagangkan secara e-commerce melalui marketplace. Nah untuk penjualan yang dilakukan melalui laman media sosial, Heru mengatakan masih perlu pembahasan. “Bertahap, tentunya proses verbalnya masih jalan dulu,” katanya.

Tim Pantau
Penulis
Martina Prianti