Ini Tips Mujarab bagi Kaum Millennial agar Tak Kesulitan Finansial

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Generasi Millennial dikenal sebagai generasi yang dekat dengan perkembangan teknologi, senang bergaul, dan suka berbagi pengalamannya di media sosial.

Tidak sedikit yang berusaha terlihat keren dan menarik di media sosial, baik dengan berkunjung ke tempat wisata, makan di kafe atau restoran mewah, maupun membeli aksesoris yang populer.

Tapi, tanpa disadari gaya hidup seperti itu justru membuat generasi milenial terjebak dalam polemik keuangan yang sulit. Tak jarang, pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan pemasukan, terlebih bagi mereka yang baru bekerja dengan gaji pas-pasan.

Untuk itu, agar terhindar dari kesulitan finansial, menyisihkan pendapatan harus menjadi bagian dari gaya hidup generasi millennial. Sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar hasilnya dapat dipetik nanti ketika masa pensiun tiba.

Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management Edward Lubis menyarankan, kaum millennial yang baru masuk kerja (first time jobber) dapat menjadikan investasi sebagai gaya hidup mereka.

“Investasi itu perlu menjadi bagian gaya hidup para kaum muda agar mereka tetap bisa bergaya tanpa harus kesulitan finansial,” kata Edward dalam keterangan tertulis, Selasa (6/2/2018)

Ia mengatakan, cara paling mudah dan murah untuk berinvestasi adalah dengan menabung reksa dana secara berkala.

“Dengan reksa dana, kita bisa memiliki beberapa portofolio aset, tanpa harus mengeluarkan uang yang besar. Bahkan kita sudah bisa membeli reksa dana dengan Rp100 ribu,” kata Edward.

Tapi, bagi para calon investor yang ingin memulai investasi di reksa dana namun belum menetapkan tujuan investasi dalam jangka panjang, Edward merekomendasikan agar mereka bisa mencoba berinvestasi di reksa dana pasar uang. Alasannya, reksa dana pasar uang merupakan produk investasi yang memiliki risiko paling rendah di antara produk reksa dana lainnya serta memberikan imbal hasil lebih tinggi. 

Di usia produktif, kata dia, sebaiknya memilih produk reksa dana yang risikonya lebih tinggi. Walaupun di saat Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) turun, risiko itu masih bisa tertutup dengan pendapatan yang diperoleh setiap bulan. 

“Sebaliknya, ketika IHSG naik, reksa dana saham bisa memberi return yang jauh lebih tinggi ketimbang produk reksa dana pasar uang, obligasi, dan campuran,” kata Direktur Riset dan Investasi Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo.

Ia menjelaskan reksa dana juga memiliki keunggulan lainnya dibandingkan deposito, yaitu pencairan produk yang lebih cepat dan mudah. Keunggulan ini sejalan dengan gaya hidup generasi milenial yang cepat dan dinamis.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Martina Prianti