Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Investor Inggris Minat Perbesar Investasi, OJK: Indonesia Akan Antisipasi

Investor Inggris Minat Perbesar Investasi, OJK: Indonesia Akan Antisipasi Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sejumlah perusahaan investasi yang berasal dari Inggris menyatakan tertarik untuk memperbanyak investasinya di sektor jasa keuangan terutama untuk pembiayaan ramah lingkungan (green financing), dan pembiayaan yang menunjang pencapaian program pembangunan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam keterangan tertulisnya mengatakan, ketertarikan investor Inggris itu terlihat dalam ajang finansial "United Kingdom Financial Services Dialogue 2019" akhir Agustus 2019 ini, Rabu (28/8/2019).

Dengan minat investasi yang tinggi dari pelaku ekonomi global, Wimboh mengatakan, pemerintah dan regulator industri keuangan di Indonesia akan mengantisipasi tantangan-tantangan ekonomi global agar ketahanan ekonomi domestik terjaga, dan mampu menjaga iklim investasi.

Baca juga: Naik 2 Kali Lipat, Laba Bersih Pertamina USD660 Juta di Semester I-2019

"Hal itu dilakukan dengan berbagai kebijakan yang antisipatif, di antaranya pemerintah meluncurkan berbagai insentif pajak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia dan Bank Indonesia sendiri telah menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin ke level 5,5 persen dalam dua bulan terakhir untuk antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global," ujarnya.

Wimboh mengungkapkan bahwa OJK telah bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun daerah, Kamar Dagang dan Industri, Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan pelaku di industri keuangan untuk pengembangan sektor unggulan, yaitu pariwisata, manufaktur, pertambangan, agribisnis dan perikanan.

"Pengembangan sektor unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan meningkatkan basis pajak," ungkap Wimboh.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: