Pantau Flash
Jokowi Kumpulkan Tokoh Lintas Agama Bahas Penanganan COVID-19-Ibadah Haji
Ahli Sebut Autopsi Tak Perlu Dilakukan untuk Buktikan Infeksi COVID-19
Bank Dunia Prediksi Penduduk Miskin di Indonesia Bertambah 9,6 Juta Orang
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19

Iran Usaha Redenominasi Mata Uang, 4 Angka Nol Dihapuskan

Headline
Iran Usaha Redenominasi Mata Uang, 4 Angka Nol Dihapuskan Rial Iran (Foto: Reuters)

Pantau.com - Nilai rial (IRR) mengalami depresiasi tajam sebagai akibat dari keputusan Presiden AS Donald Trump pada 2018 untuk mundur dari kesepakatan nuklir. Nilai IRR mencapai 116.500 per 1 dolar AS (USD), Rabu (21 Agustus 2019).

Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial. RUU itu ditujukan untuk menghapus empat nol terakhir pada nilai mata uang rial yang sedang mengalami kesulitan.

Baca juga: Jangan Cuma Tahu Redenominasi, Millennials Juga Wajib Tahu 'Sanering dan Devaluasi'

Menurut laporan sejumlah kantor berita, Rouhani mengajukan RUU itu ke parlemen secara mendesak untuk dipertimbangkan.

Nilai rial mengalami depresiasi tajam sebagai akibat dari keputusan Presiden AS Donald Trump pada 2018 untuk mundur dari kesepakatan nuklir bersejarah antara Teheran dan negara-negara besar dunia dan memberlakukan kembali sanksi-sanksi.

Langkah itu menghalangi kesepakatan-kesepakatan bisnis bernilai miliaran dolar dan menghentikan penjualan minyak mentah Iran ke luar negeri.

Baca juga: Jika Redenominasi Deal, Apakah Nilai Mata Uang Rupiah Jadi Naik?

Pada Rabu (21 Agustus 2019), rial diperdagangkan pada 116.500 IRR per 1 dolar Amerika (USD). Pada saat kesepakatan nuklir 2015 masih berlaku, rial diperdagangkan 32.000 per 1 dolar Amerika.

Pada April, Dana Moneter Internasional mengatakan, ekonomi Iran akan menyusut enam persen tahun ini dan inflasinya akan mencapai 40 persen, sementara negara itu kesulitan menghadapi akibat dari sanksi-sanksi AS.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni