Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Jarang Terekspos, Ini Lho BUMN Indonesia yang Bergerak di Bidang Batu Bara

Jarang Terekspos, Ini Lho BUMN Indonesia yang Bergerak di Bidang Batu Bara Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kalau kalian hanya tahu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina atau Bulog, kalian harus tahu nih BUMN yang bergerak dalam pertambangan khusus batu bara di Indonesia.

Yup! PT Bukit Asam, punya sejarah cukup panjang. Perusahaan tambang plat merah ini adalah bentukan Pemerintahan Belanda. Tapi, karena kekuasaan kolonial Belanda di tanah air mulai lemah, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. 

Pada 1950, Pemerintah Republik Indonesia kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).

Baca juga: Naik Parah Hingga Rp8.000, Emas Dipatok Rp705.000 per Gram

Dilansir dari situs resmi PT Bukit Asam tercatat bahwa mulai berubah nama sejak 1 Maret 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bukit Asam (Persero), yang selanjutnya disebut PTBA atau Perseroan.

Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batu bara di Indonesia, pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan.

Lalu apa kinerja PT Bukit Asam bagus? 

Baca juga: Selamat.... Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto Masuk UNESCO

Dari data yang disajikan, sepanjang semester I 2019, PT Bukit Asam mencatatkan sejumlah kenaikan kinerja dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Untuk produksi di semester I tahun 2019 sebanyak 12,8 juta ton sementara di tahun 2018 11,1 juta ton. Sehingga ada kenaikan kurang lebih 14,1 persen. 

Untuk penjualan juga terlihat peningkatan sebesara 9,7 persen di semester 1 tahun 2019 yakni 13.4 juta ton. Sedangkan di semester yang sama di tahun 2018 penjualan diangka 12.2 juta ton. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: