Pantau Flash
Survey BI: Penjualan Eceran pada Mei 2020 Turun 20,6 Persen
PBB Umumkan Amerika Serikat Keluar dari WHO
KPK Panggil 2 Saksi Kasus Suap Gratifikasi Sekretaris Mahkamah Agung
Komisi II: Mayoritas Fraksi Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden 15 Persen
Menkeu Targetkan Penjaminan Kredit Modal Kerja Capai Rp80 Triliun

Jelang Peringatan ke 70 RRC, Trump Tunda Tarif Pajak Terhadap China

Jelang Peringatan ke 70 RRC, Trump Tunda Tarif Pajak Terhadap China Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

Pantau.com - Presiden Donald Trump menunda tarif pajak barang-barang China senilai USD250 miliar sebagai "itikad baik."

Trump menyampaikan pengumuman itu dalam cuitan Rabu (11 September 2019) malam, dengan mengatakan Wakil Perdana Menteri China, Liu He meminta penundaan bertepatan dengan Peringatan ke 70 Republik Rakyat China, pada 1 Oktober.

Peningkatan tarif pajak dari 25 persen menjadi 30 persen seharusnya mulai berlaku pada tanggal tersebut. Sekarang tarif itu ditetapkan berlaku 15 Oktober. Sejauh ini belum ada tanggapan dari Beijing.

Pengumuman Trump itu disampaikan setelah China sebelumnya mengatakan mengecualikan beberapa produk AS dari putaran sanksi berikutnya yang akan dimulai 17 September. Produk-produk itu termasuk udang, mesin untuk perawatan penyakit kanker, minyak industri dan berbagai macam bahan kimia.

Baca juga: Kebijakan Ekonomi Era BJ Habibie: Rupiah Rp6.500 per Dolar AS

Para perunding tingkat menengah berencana bertemu akhir bulan ini untuk mempersiapkan pembicaraan perdagangan tingkat tinggi pertama antara Amerika dan China sejak Juli.

Perundingan akan dibuka bulan depan di Washington. Kedua belah pihak berharap mencapai kesepakatan perdagangan yang akhirnya bisa mengakhiri perang dagang antara Amerika dan China.

Serangkaian tarif pajak pada sejumlah besar produk yang dibeli AS dari China demikian juga sebaliknya, telah mengguncang investor dan membuat konsumen gelisah dengan prospek harga yang lebih tinggi.

Trump sejak lama menuduh China melakukan pencurian properti intelektual dan memanipulasi mata uangnya untuk membuat barang-barangnya lebih murah daripada produk-produk Amerika di pasar dunia.

China mengatakan kebijakan perdagangan AS bertujuan untuk meredam kemampuannya bersaing.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: