Jika Musim Hujan Terus Berlanjut, Bagaimana Dampak Sisi Ekonomi?

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pemerintah dan juga masyarakat mesti bersiap menghadapi dampak negatif musim hujan dari sisi ekonomi. 

“(Misalnya) dampak negatif ke harga pangan khususnya beras, cabai, dan ayam. Februari-Maret sebenarnya musim panen tapi dengan curah hujan deras, panen bisa mundur atau bahkan gagal panen,” kata Bhima ketika dihubungi Pantau.com.  

Sementara dari sisi arus barang, Bhima mengatakan, bisnis logistik diprediksi menelan gangguan khususnya kemacetan parah disejumlah daerah. “Flow barang dari pusat industri ke pelabuhan bisa terhambat,” lanjutnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tadi malam menyampaikan saat ini wilayah Indonesia masih berada pada musim hujan. Kondisi yang dipengaruhi angin baratan sejak bulan lalu ini, diprakirakan akan berlangsung hingga Maret.  

“Untuk antisipasi, pemerintah perlu melakukan koordinasi dengan pelaku usaha. Mencari rute logistik alternatif dan lain sebagainya. Soal antisipasi pangan, Bulog harus lebih responsif dalam menyerap gabah di level petani,” kata Bhima. 

Sementara dari sisi hilir, Ia mengatakan pemerintah harus mampu mencegah terjadinya permainan harga oleh spekulan pangan. Dia mengatakan jika terjadi kenaikan harga barang karena terbatasnya pasokan akan mengerus daya beli masyarakat. 

Tim Pantau