Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

JK Ultimatum Mendag Enggartiasto Soal Perdagangan Bebas Indonesia

JK Ultimatum Mendag Enggartiasto Soal Perdagangan Bebas Indonesia Wapres Jusuf Kalla (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

Pantau.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan perundingan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara dan kawasan yang memiliki kemungkinan pasar besar akan dicapai kesepakatan pada akhir tahun.

Menurut Wapres kerja sama perdagangan bebas tersebut akan mendorong industri di Indonesia untuk meningkatkan produksi dan mengeskpornya ke negara dan kawasan tujuan.

"Saya kasih target semua, Menteri Perdagangan dan menteri lain, untuk mempercepat perundingan. Akhir tahun ini selesai perundingan dari lima kelompok untuk mencapai suatu perdagangan yang bebas, agar negara kita mempunyai pasar yang kuat," kata Wapres JK, saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Market Outlook Bank Mandiri, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Mantan Dirut Bulog Minta Hapus Stigma Pangan Murah, tapi...

Setelah mencapai kesepakatan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia, melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada Maret lalu, masih ada tiga perundingan yang bisa diselesaikan segera hingga akhir tahun 2019.

Wapres mengatakan ada pembicaraan lanjutan dengan beberapa negara mitra dan negara kawasan, antara lain Generalized System of Preferences (GSP) dengan Amerika Serikat, European Union-Indonesia Free Trade Agreement (EUIFTA), perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Korea Selatan, Jepang, China dan ASEAN.

"Kita baru selesai dengan Australia, sekarang kita berbicara secara bersamaan dengan tiga mitra. Kita berbicara GSP dengan Amerika Serikat, kemudian melanjutkan pembicaraan FTA dengan UE, kita juga bicara dengan Korea Selatan dan sebagainya. ASEAN kita selesaikan juga," ujarnya lagi.

Dengan perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara asing dan kawasan global, secara tidak langsung investasi dan ekspor produk dalam negeri akan meningkat, lanjut JK. Selanjutnya, semua itu akan berdampak pada penyediaan lapangan kerja dan pengurangan tingkat kemiskinan bagi masyarakat.

Baca juga: Keyakinan Konsumen Indonesia di Bulan Juli Tetap Terjaga

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: