Pantau Flash
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Jakarta untuk ke-4 Kalinya
Seluruh Peserta Sidang Tahunan MPR RI Wajib Melakukan Swab Test
Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia Tutup Usia
Subsidi Bunga KUR 6 Persen Diperpanjang hingga Desember 2020
Kantor Pusat BMKG Lockdown Usai 31 Karyawan Reaktif COVID-19

Jual BBM, Pertamina Tak Tutup Mata Soal Perkembangan Mobil Listrik

Jual BBM, Pertamina Tak Tutup Mata Soal Perkembangan Mobil Listrik Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - PT Pertamina (Persero) mengaku siap untuk ikut ambil bagian ke industri otomotif seiring dengan berkembangnya kendaraan listrik di dalam negeri.

"Kita tergantung regulasi. Dalam situasi dinamika disrupsi ini Pertamina waspada," ujar Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, Kamis (15/8/2019).

Ia mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memperbanyak Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Dengan demikian, perusahaan memiliki beberapa sumber pemasukan.

"Itu menjadi bagian dari yang kita pikirkan. Kami juga punya SPLU di Kuningan, Jakarta Selatan," ucapnya.

Baca juga: Sama-sama Lakukan Eksplorasi Migas, Ini Lho Bedanya Offshore dan Onshore

Ia memprediksi jika perkembangan kendaraan listrik di dalam negeri maupun global semakin pesat maka dapat memengaruhi penjualan minyak.

Ia menceritakan, penjualan minyak di China relatif stagnan beberapa waktu terakhir menyusul berkembangnya kendaraan listrik di Negeri Tirai Bambu itu. Jumlah kendaraan listrik di China mencapai sebanyak 2,7 juta unit, jumlah itu diperkirakan terus meningkat ke depannya.

"Tren di China luar biasa dahsyatnya, penjualan minyak di sana tidak tumbuh. Dari 4,7 juta unit kendaraan listrik di dunia, China sekitar 2,7 juta unit," katanya.

Baca juga: Uji Jalan Bahan Bakar B30 Mengaspal hingga ke Dieng, Bagaimana Hasilnya?

Presiden telah menandatangani peraturan presiden tentang mobil berbasis elektrik pada Senin (5/8/2019).

Tujuan regulasi tersebut adalah untuk mendorong perusahaan-perusahaan otomotif mempersiapkan industri mobil listrik di Tanah Air.

Dalam Perpres itu juga diatur mengenai penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 35 persen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: