Pantau Flash
BEM SI Demo di Depan KPK Usai Ultimatum Tak Digubris Jokowi, Ratusan Personel Disiagakan
Senaf Soll, Pecatan TNI AD yang Jadi Pimpinan KKB Meninggal di RS Bhayangkara Jayapura
Tiba di Polda Metro, Luhut Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar
Data per 26 September, 48.526.648 Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksin Dosis Lengkap
Ngeri, IDI Ungkap Kasus Anak Terinfeksi Covid-19 Tertinggi di Jawa Barat

Jusuf Kalla Wanti-wanti Teknologi Digital Bisa Gerus Sektor Riil RI

Headline
Jusuf Kalla Wanti-wanti Teknologi Digital Bisa Gerus Sektor Riil RI Ilustrasi digital. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengkritisi perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang pesat saat ini. JK menilai meski perkembangan Teknologi Informasi (TI) pesat namun jangan melupakan peetumbuhan di sektor riil. 

"Kita semua tetap optimis menjalankan ekonomi investasi dan sebagainya. Jangan terpaku ekonomi hanya IT, padahal ekonomi riil itu masih menjadi bagian," ujarnya saat pemaparan dalam acara Ekonomi Outlook 2019, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Pengusaha: Sopir Masuk Tol Rp700 Ribu, Keluar Tol Hemat Rp500 Ribu

Lebih lanjut kata dia, jika hanya menggenjot di bidang teknologi digital maka barang-barang produksi yang hadir dalam negeri justru dibanjiri produksi dari luar. 

"Tanpa riil kita akan jadi konsumen dari luar akibat IT. Maka ekonomi riil, pertanian, industri jasa harus kita yang angkat," terangnya.

Sebab kata JK, secanggih apapun teknologi yang ditawarkan sektor riil tetap menjadi hal pokok dan tidak bisa digantikan dengan robotik sekalipun. 

Baca juga: Maskapai Termurah se-Asia Merugi karena Kenaikan Avtur

"Kalau semua automation, digemparkan 4.0 tinggi-tinggi itu, siapa konsumennya? Kalau ada pedagangan mesti ada konsumennya, robot bukan konsumer dia hanya butuh reparasi, tidak butuh baju tidak butuh konsumsi, kerja siang malam juga bisa," paparnya.

"Apapun pokoknya, sektor riil jadi dasar semua ekonomi," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: