Pantau Flash
Paspor WNI Eks ISIS Akan Diblokir Pemerintah
Bappenas Sebut Ekonomi Indonesia 2021 Tergantung Donald Trump
Dua dari Tiga Pasien yang Dirawat RSHS Bandung Dinyatakan Negatif Korona
Menlu Retno Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB
Omnibus Law Diklaim Kurangi Tumpang Tindih Aturan di Sektor Pertambangan

Kabar Buruk! Kartu Apple Bisa Rusak oleh Dompet dan Celana Jeans

Headline
Kabar Buruk! Kartu Apple Bisa Rusak oleh Dompet dan Celana Jeans Apple Card

Pantau.com - Apple telah menyarankan pemilik kartu kredit barunya untuk menjauhkannya dari bahan kulit dan bahan denim. Menyimpan kartu di dompet kulit atau di saku celana jeans bisa menyebabkan perubahan warna permanen.

Kartu Apple adalah kartu kredit matt putih yang relatif polos yang terbuat dari titanium, yang dirancang untuk menonjol dibandingkan dengan kartu kredit lainnya.

Sebelumnya, netizen sudah banyak yang mengkritik Apple setelah membaca bahwa kartu itu bisa begitu mudah rusak. Apple telah menerbitkan panduan yang memberi tahu pelanggan cara menyimpan dan membawa Kartu Apple mereka dengan aman.

Baca juga: Pendapatan Lulusan Sekolah Kejuruan Tak Kalah Tinggi dari Lulusan Sarjana

Panduan ini memperingatkan bahwa menyimpan kartu dengan kartu kredit lain dapat menggores dan merusaknya.

"Saya dapat mengatakan dari dua bulan memiliki kartu di dompet kulit saya, itu tidak lagi terlihat cantik," kata seorang karyawan Apple di Twitter.

Baca juga: Raup Ratusan Miliar, Pajak Atta Halilintar Bisa Buat Beli Rumah Mewah

Staf Apple dapat mendaftar untuk layanan ini di hadapan masyarakat umum. Perusahaan ini sebelumnya telah dikritik karena membuat produk yang estetis tetapi mudah rusak dalam penggunaan sehari-hari.

"Ketika tidak digunakan, Apple Card harus dikembalikan ke kubus putih yang menyala seragam," canda Alex Stamos, mantan kepala petugas keamanan Facebook.

Itu diumumkan pada bulan Maret sebagai bagian dari dorongan Apple ke dalam layanan. Perusahaan juga mengumumkan platform streaming televisi baru, portal game, dan aplikasi berita yang disempurnakan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi