Pantau Flash
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri
TikTok Ancam Tempuh Jalur Hukum Usai Diblokir Donald Trump
Pemerintah Beri Santunan Rp300 Juta untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Korona
Update COVID-19: Bertambah 2.277 Kasus, Total Sudah 123.503 Positif

KAI Tetapkan Harga Tiket LRT Jabodebek Sebesar Rp12.000

Headline
KAI Tetapkan Harga Tiket LRT Jabodebek Sebesar Rp12.000 LRT Jakarta (Foto: Instagram/LRT Jakarta)

Pantau.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menetapkan harga tiket LRT Jabodebek sebesar Rp12.000. Kepala DAOP I PT KAI, Jhon Roberto mengatakan tarif tersebut mulanya diusulkan Rp30.000 namun akhirnya ditetapkan Rp12.000. 

"Tadinya Rp30.000. Tapi kayaknya masyarakat mampunya Rp12.000. Sudah ditetapkan Rp12.000," ujarnya dalam sebuah diskusi yang digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).   

Lebih lanjut kata dia harga tersebut sudah mempertimbangkan penghitungan dari keinginan membayar dari masyarakat. Meskipun secara tarif keekonomian lebih dari itu. 

"Jadi kalau dari hitung-hitungan kita, tarif keekonomian itu kan Rp30.000. Willingnes masyarakat itu Rp12.000. Sehingga ditawarlah Rp12.000. Flat. Jadi sekali jalan," ungkapnya.

Baca juga:  Viral Hastag #uninstalbukalapak, Cuitan CEO Bukalapak Soal Industri 4.0

Rencananya kata dia, sistem pembayaran tiket akan terintegrasi antara KRL dan LRT. Pihaknya mengaku sudah membicarakan ini dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). 

"Integrasi tiketnya, KRL dengan LRT sangat bisa karena kita sudah bicarakan ke KCI. Itu pasti harus kita lakukan. MRT bisa kita bicarakan memungkinkan Kita sih membuka pintu untuk itu. Kita dengan KCI pasti bisa. Karena ini kan masih ada setahun lebih," pungkasnya.

Baca juga: Puluhan Tahun 'Dikuras' AS, Segini Cadangan Emas Freeport

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas menambahkan, tarif tersebut terbilang lebih terjangkau dibandingkan dengan kerugian yang disebabkan oleh kemacetan kendaraan bermotor. 

"Itu lebih baik daripada kendaraan bermotor memadati kota Jakarta, kerugiannya akan jakuh lebih besar. Sebaiknya ke depan naik LRT, MRT, KRL satu sitem pembayaran. Mungkin bayar Rp15.000 bisa naik MRT, LRT, Transjakarta dan KRL. Itu tergantung kemauan masing-masing pihak," pungkasnya.


Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: