Pantau Flash
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi

Kalian Pasti Tak Sabar Melihat Kendaraan Listrik yang Bisa Hemat Bahan Bakar

Headline
Kalian Pasti Tak Sabar Melihat Kendaraan Listrik yang Bisa Hemat Bahan Bakar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Wajib sobat Pantau tahu, pengembagan mobil listrik terus dilakukan nih. Bahkna, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan riset soal kendaraan listrik secara menyeluruh. Keduanya menggandeng 6 perguruan tinggi dalam proses studinya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang dari hasil penelitian sementara dipastikan untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) dengan internal combation engine EV akan mengurangi konsumsi bahan bakar. 

"Pak Menristek (Mohamad Nasir) katakan hasil studi sudah pasti EV dengan internal combation engine EV itu akan lebih hemat," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenperin,  Kuningan, Jakarta, Selasa (6/11/2018). 

Baca juga: Cara Kelola Uang Juga Ada Tipenya, Kamu Termasuk yang Mana? (Bagian I)

Dia juga bilang, kendaraan yang saat ini telah menggabungkan energi listrik tenaga baterai dan bensin saja, seperti pada kendaraan hybrid dan plug ini hybrid memiliki angka penghematan tersendiri. Menurutnya jika ditambah dengan implementasi b20 berarti ada dua kali penghematan energi.

"Hybrid aja  hasilnya kira kira 50 persen, jadi penghematan kira-kira 50 persen dari energy lalu yang plug in hybrid itu hampir 75 sampai 80 persen," katanya. 

Baca juga: Yang Benar Wirausaha atau Wiraswasta Sih? Baca Nih (Bagian II)

"Artinya kalo B20 aja udah bisa hemat sekitar 6 juta KL maka dengan hybrid atau plugin hybrid  akan ada dua kali penghematan," tambahnya. 

Untuk diketahui saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih terus melakukan studi komprehensif ketenagalistrikan. Studi ini dilakukan dengan melibatkan perguruan 6 tinggi negeri.

Tujuan riset ini adalah untuk memperkenalkan teknologi pengembangan kendaraan ramah lingkungan termasuk mobil listrik. Untuk saat ini studi komprehensif baru dilakukan tahap pertama.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: