Pantau Flash
Luis Suarez Sepakati Kontrak 2 Tahun Bersama Atletico Madrid
Pertamina EP Asset 3 Berhasil Tingkatkan Produksi Migas
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19

Kamis Sore Rupiah Ditutup Menguat Terbawa Sentimen Positif AS-China

Kamis Sore Rupiah Ditutup Menguat Terbawa Sentimen Positif AS-China Petugas menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore menguat, terbawa sentimen positif tercapainya kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan China.

Rupiah ditutup menguat 52 poin atau 0,38 persen di level Rp13.643 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.695 per dolar AS.

"AS dan China menyelesaikan penandatanganan perjanjian perdagangan parsial di Gedung Putih semalam, membuat perang perdagangan antara kedua belah pihak mereda," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: AS Jalani Kesepakatan Perdagangan dengan China, Dolar Melemah

Berdasarkan ketentuan kesepakatan fase satu, AS mengurangi tarif terhadap barang-barang China senilai 120 miliar dolar AS menjadi 7,5 persen dari 15 persen.

Sebagai gantinya, China setuju untuk meningkatkan pembelian di AS sebesar 200 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan dalam barang-barang manufaktur, pertanian, energi, dan jasa.

Dari domestik, strategi bauran kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Bank Indonesia dan juga kebijakan pemerintah yang terus melakukan reformasi di segala bidang baik birokrasi maupun keuangan serta keamanan yang terjamin, menjadi sentimen positif.

"Hal tersebut membawa berkah bagi pasar dalam negeri sehingga pasar kembali percaya, dengan sendirinya modal asing kembali masuk cukup deras," ujar Ibrahim.

Baca juga: Hentikan Perang Dagang, AS-China Tanda Tangani Kesepakatan Fase 1

Di samping itu, arus modal yang masuk akan tetap bertahan, karena saat ini kondisi fundamental ekonomi dalam negeri cukup stabil dibandingkan ekonomi negara lainnya, sehingga diyakini membuat modal yang masuk akan tetap berada di pasar dalam negeri.

"Selain itu, perbedaan besaran suku bunga Indonesia dengan Amerika Serikat masih cukup besar. Suku bunga yang ditawarkan Indonesia juga masih lebih atraktif di mata investor bila dibandingkan dengan AS ataupun negara emerging market lainnya," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp13.678 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.627 per dolar AS hingga Rp13.678 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.658 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.706 per dolar AS.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH