Pantau Flash
Djoko Tjandra Isolasi Mandiri COVID-19 Selama 14 Hari di Lapas Salemba
Gunung Sinabung Erupsi Perdana di Masa Pandemi COVID-19
Anita Kolopaking, Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Shin Tae-yong Keukeuh Angkut Timnas TC ke Korsel daripada Eropa
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19

Kata BI, Faktor Ini yang Membuat Rupiah Menguat di Akhir Tahun 2019

Headline
Kata BI, Faktor Ini yang Membuat Rupiah Menguat di Akhir Tahun 2019

Pantau.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menyebutkan faktor non musiman membantu rupiah menguat pada awal Desember yang biasanya rupiah justru melemah karena meningkatnya permintaan valas.

"Kondisi fundamental sebenarnya ada peningkatan permintaan valas di akhir tahun. Sekarang ada faktor non musiman yang lebih dominan," ujar Dody.

Baca juga: Bank Indonesia: Warning Jokowi Soal Game of Thrones Jadi Kenyataan

Menurut Dody, sentimen global memengaruhi kondisi nilai tukar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, terutama terkait perang dagang AS-China.

"Tekanan perang dagang posisinya beresiko sehingga membantu penguatan di emerging. Jadi sangat tergantung pada sisi global," kata Dody.

Kendati demikian, Dody menolak untuk memproyeksikan posisi rupiah pada akhir tahun ini dan menyebutkan nilai tukar akan sangat dipengaruhi dinamika di global serta faktor musiman yaitu meningkatnya permintaan dolar di akhir tahun. "Mudah-mudahan bisa terus di bawah 14 ribu. Kita lihat saja," papar Dody.

Dalam sepekan terakhir rupiah mengalami tren penguatan. Bahkan pada Selasa ini rupiah sempat menembus di bawah Rp14.000 per dolar AS, namun akhirnya ditutup melemah ke level Rp14.020 per dolar AS.

Baca juga: Defisit Anggaran Masih dalam Batas Perundang-undangan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: