Pantau Flash
Jakarta sebagai Kota Terbaik Dunia dalam STA 2021, Anies: Alhamdulillah
Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Emmanuel Macron yang Hina Islam
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB
FOOD HEROES DAY: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh
Depok Kembali Perpanjang Pembatasan Jam Operasional Pusat Perbelanjaan

Kata Sri Mulyani Ekonomi RI Tak Seperti Dibayangkan Tumbuh 7 Persen

Headline
Kata Sri Mulyani Ekonomi RI Tak Seperti Dibayangkan Tumbuh 7 Persen Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Kinerja perekonomian Indonesia meski terkena dampak negatif dari ketidakpastian perekonomian global tumbuh cukup stabil mencapai 5,05 persen pada Q2 2019 dengan inflasi yang terjaga. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Sri SriMulyani Indrawati dalam Manager Forum XLI MNC Group yang bertema "Indonesia Economy in The Next 5 Years & Corporate Business Update" di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Jakarta.

"Ekonomi Indonesia itu cukup resilient, bisa bertahan mungkin memang tidak seperti yang dibayangkan tumbuh 7 persen tapi situasi hari ini, di mana global environment menghadapi situasi yang tidak mudah, kita melihat kemampuan untuk bertahan tumbuh di atas 5 persen," jelasnya.

Baca juga: Hasil Uji Jalan B30 Pada Kendaraan Bermesin Diesel: Emisi Lebih Rendah

Sri Mulyani menambahkan, beberapa tantangan 5 tahun ke depan yaitu tantangan meningkatkan kualitas SDM tidak hanya di dunia pendidikan juga lapangan pekerjaan, tantangan produktivitas. Kualitas SDM juga berhubungan dengan infrastruktur, ease of doing business, juga efisiensi birokrasi.

Pemerintah mengoptimalkan APBN untuk terus mendorong pembangunan. APBN sebagai instrumen pemerintah yang mendukung investasi dan produktivitas dari berbagai sisi tercermin dalam 3 komponen APBN yaitu pendapatan melalui berbagai insentif fiskal. Dari sisi belanja diutamakan belanja infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Dari sisi pembiayaan yaitu pembiayaan investasi melalui BLU, BMN dan SMV serta penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). 

Baca juga: Kursi Dirut Bank BRI Kosong, 2 Nama Ini Diisukan Pimpin BRI

"Ekonomi kita harus bisa menghadapi uncertainty global, kita harus bekerja keras supaya tidak menghadapi middle income trap yang salah satu indikatornya birokrasi yang tidak efisien, infrastruktur yang tidak develop dan SDM yang kualitasnya rendah dan kita harus tetap menjaga didalam konteks bagaimana kita masuk didalam konsep global value chain, supaya Indonesia bisa mengcapitalize global economy yang positif. Managing economy dan keuangan negara adalah 24/7 business and we are here to serve the country and the economy," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: