Pantau Flash
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907

Kata Sri Mulyani, IMF Prediksi Ekonomi Dunia 2020 Negatif

Kata Sri Mulyani, IMF Prediksi Ekonomi Dunia 2020 Negatif ilustrasi dampak ekonomi akibat virus korona. (Foto: Queen University)

Pantau.com - Wabah virus korona sudah mulai menginfeksi sedikit demi sedikit sektor ekonomi. Tak hanya itu, ekonomi global diprediksi tumbuh melambat pada tahun 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana moneter dunia atau International Monetary Fund (IMF) memprediksi jika ekonomi global tumbuh negatif pada tahun 2020. Angka ini jauh di bawah dari angka proyeksi sebelumnya yang mana ekonomi global dipredikis tumbuh di atas 3 persen.

"Di dalam pembukaannya Managing Director IMF menyampaikan tahun 2020 proyeksi ekonomi global akan negatif, ini jauh lebih rendah dari yang dibayangkan di atas 3 persen," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Dampak Korona di Tanah Air: Pemerintah Ringankan Kredit Motor Ojol

Menurut Sri Mulyani, COVID-19 mempengaruhi supplay dan demand bagi perekonomian semua negara. Akibatnya, seluruh negara menjadi kesulitan untuk mendapatkan bahan baku industri misalnya yang membaut kegiata ekonomi jadi berhenti.

"Mempengaruhi supplay dan demand ekonomi global di semua negara, sehingga G20 dikonsolidasikan dalam rangka merespon terjadinya tantangan global dan manusia terhadap ekonomi dan keuangan," tutur Sri Mulyani.

Baca juga: Dampak Virus Korona: Bank Indonesia Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2020

Sri Mulyani yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut ketidakpastian ekonomi global akibat Korona ini bisa menimbulkan krisis seperti 2008. Bahkan ia menambahkan IMF memperkirakan situasi pada saat ini bisa lebih buruk mengingat penyebaran virus Korona ini bergerak begitu cepat dan semakin meluas.

"Menteri Keuangan Arab Saudi menyatakan dunia menghadapi ancaman COVID-19 yang sejak Februari berkembang cepat dan ganas," tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: