Pantau Flash
Perpadi Minta Pemerintah Pertimbangkan Lagi Rencana Impor di Tengah Panen Raya
Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Diperluas di 3 Provinsi
Menkes: Ada Tambahan 4 Kasus Mutasi COVID-19 B117, Terdeteksi di 4 Provinsi Ini
Dualisme Partai Demokrat, Polri Siap Turun Tangan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Bertambah 6.894, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 1.386.556 per 8 Maret

Kebijakan Ekonomi Era BJ Habibie: Rupiah Rp6.500 per Dolar AS

Headline
Kebijakan Ekonomi Era BJ Habibie: Rupiah Rp6.500 per Dolar AS Mata Uang Dolar AS dan Rupiah (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden RI ke-3 BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019), sekitar pukul 18.05 WIB. Habibie mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.

Sebelumnya, keluarga dekat Habibie telah berkumpul di rumah sakit tersebut sejak siang dan sore hari. Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019 lalu karena kondisinya menurun.

Tapi buat sobat Pantau yang belum tahu, masa ekonomi di era Habibie adalah tantangan besar. Dalam krisis 1998, kebijakan Habibie banyak mendapatkan sorotan positif. 

Baca juga: Breaking News: BJ Habibie Wafat di Usia 83 Tahun

Ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berkisar antara Rp10.000-Rp15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp6.500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. 

Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. Untuk menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia, BJ Habibie melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Baca juga: Pertamina Mulai Cairkan Dana Kompensasi Tahap Awal Tumpahan di Karawang

1. Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara

2. Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah

3. Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp10.000,00

4. Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri

5. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF

6. Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat

7. Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: