Pantau Flash
Penembakan di RM Cafe Cengkareng, 3 Orang Tewas
Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi COVID-19 Massal Wartawan di GBK Pagi Ini
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir

Kebocoran Minyak di Laut Karawang, SKK Migas Permudah Impor Barang

Kebocoran Minyak di Laut Karawang, SKK Migas Permudah Impor Barang Dua unit kapal sedang membersihkan tumpahan minyak di Perairan Karawang, Jawa Barat (Foto: Dok Pertamina)

Pantau.com - Terkait dengan peristiwa kebocoran minyak di lautan Karawang, Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto mengeluarkan surat permohonan kemudahan impor barang untuk perlengkapan penanganan tumpahan minyak Pertamina.

“Kami memang minta prosesnya dipercepat,” kata Dwi pada rangkaian acara konferensi Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Lebih lanjut, Dwi menerangkan bahwa rekomendasi tersebut salah satu upaya untuk mempercepat penanggulangan tumpahan minyak. Namun, Dwi menegaskan jika rekomendasi kemudahan impor tersebut, hanya berlaku pada kasus penanganan tumpahan minyak.

Baca juga: 4 Langkah SKK Migas Efisiensi Usaha Industri

Menurut dia, kemudahan tersebut tidak lantas digunakan untuk semua keseluruhan kasus terkait migas, pada konteks ini ia mengatakan hanya mempermudah penanganan penanggulangan tumpahan minyak.

Dwi juga menjelaskan sudah terjun langsung meninjau lokasi tumpahan minyak di laut Jawa Barat tersebut. Perkembangan teknis dari Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) upaya penutupan kebocoran dilakukan dengan pengeboran relief well sumur YYA-1RW.

Baca juga: Hitungan SKK Migas Tak Meleset, Produksi Minyak Sukowati Meroket

Pengeboran telah menembus hingga 2.110 meter atau 6924 kaki. Tahapan pengeboran adalah untuk mencari lubang dan menemukan lubang sumur YYA-1. Kemudian akan dipompakan lumpur dengan harapan untuk mematikan laju sumur.

Pertamina bekerja sama dengan perusahaan AS dalam penanganan sumur tersebut di mana sudah pengalaman dalam penanganan peristiwa yang lebih besar di Teluk Meksiko.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: