Pantau Flash
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Kehadiran Esemka Diharapkan Tak Ulangi Kesalahan Mobil Nasional Era Orba

Headline
Kehadiran Esemka Diharapkan Tak Ulangi Kesalahan Mobil Nasional Era Orba Mobil Esemka (Foto: Instagram)

Pantau.com - Pengamat ekonomi Hisar Sirait berharap pemerintahan saat ini, usai Esemka diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, jangan sampai mengulangi kesalahan proyek mobil nasional di era Orde Baru (Orba) yang sempat mengalami kegagalan.

"Bicara mengenai industri otomotif ini sebetulnya banyak faktor keterkaitannya, antara lain faktor komitmen penuh pemerintah untuk memberikan banyak hal terkait dengan pengembangan industri mobil. Proyek mobil nasional pertama yang gagal pada beberapa dekade lalu karena menjalankan komitmen ini secara setengah-setengah alias parsial," katanya.

Dia menjelaskan bahwa dengan demikian masing-masing pihak tidak memiliki sesuatu yang disebut terintegrasi penuh atau fully integrated, integrasi sempurna untuk pengembangan sebuah industri mobil. Ini sangat dibutuhkan karena industri mobil merupakan industri otomotif yang tidak hanya dibangun secara parsial.

Baca juga: Ini 6 Mobil Produksi ESEMKA, Kamu Tertarik yang Mana Sob?

Kalau Indonesia mau mengembangkan dan memperkuat industri mobil secara mandiri maka harus ada teknologinya, melibatkan industri karet untuk menghasilkan bannya dan berbagai macam industri yang berkaitan dengan industri mobil, tambahnya, ini semua harus dilibatkan.

Faktor selanjutnya yakni daya saing dari produk yang dihasilkan oleh industri mobil. Proyek mobil nasional dulu hanya berpikir output oriented atau yang penting ada dulu, tidak memikirkan secara panjang mengenai daya saing dari produk yang dihasilkannya.

"Jangan sampai mobil Esemka juga menjadi korban dari pandangan output oriented yang pernah membuat gagal proyek mobil nasional dulu yang tidak melihat keberlanjutan dari mobil nasional tersebut," ujar Hisar Sirait.

Kesalahan lainnya yang dialami oleh proyek mobil nasional sebelumnya adalah rantai pasokan produksi yang sangat lemah, lanjutnya, untuk menghasilkan sebuah mobil harus mengintegrasikan jaringan-jaringan pasokan yang mendukung lini produksi.

Baca juga: Jelang Produksi Kembali, Menhub Cek (Lagi) Tipe Mobil Esemka

Presiden Joko Widodo akhirnya meluncurkan mobil Esemka bersamaan dengan meresmikan fasilitas produksi otomotif karya anak bangsa PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Desa Demangan Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat.

Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Edi Wirajaya, mengatakan dua mobil Esemka jenis pick up atau mobil niaga diluncurkan yaitu Bima 1.2 dan Bima 1.3.

Ia menjelaskan, truk ringan atau mobil niaga Esemka Bima 1.3 hadir dengan kabin yang lega serta ruang kargo yang luas cocok untuk lebih banyak muatan.

Dilengkapi dengan mesin 1.3 L DOHC 16 v yang tangguh dan bertenaga, Esemka bisa menjadi kebanggaan Indonesia, karena tangguh, harga terjangkau dan bertenaga.

Seperti kita, zaman Presiden Soeharto muncul mobil timor, dimaa timor adalah merek motor yang dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti halnya Proton di Malaysia. Oleh sebab itu awalnya mobil merek Timor ini dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: