Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

KEIN Usulkan Penggabungan 2 Kementerian di Kepemimpinan Jokowi Jilid 2

Headline
KEIN Usulkan Penggabungan 2 Kementerian di Kepemimpinan Jokowi Jilid 2 Petikemas di pelabuhan (Foto: Antara)

Pantau.com - Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Benny Pasaribu mengusulkan peleburan Kementerian Perindustrian dengan Bidang Perdagangan Internasional untuk meningkatkan hilirisasi dan daya saing produk nasional di tingkat global.

"Kami setuju kalau Kementerian Perindustrian dan Bidang Perdagangan Internasional disatukan, modelnya seperti METI (Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri di Jepang)," kata Benny Pasaribu dalam bincang-bincang "Otak-Atik Kementerian di Periode Kedua" di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut anggota KEIN itu, pembangunan industri nasional memerlukan kebijakan yang melindungi industri dari serangan barang-barang asing, serta pada saat yang sama produk Indonesia bisa semakin kompetitif.

Benny berpendapat bahwa dengan menggabungkan perindustrian dan perdagangan internasional akan dapat lebih fokus dalam meningkatkan daya saing.

Baca juga: Indonesia Tak Ekspor Lagi, Ini 5 Produksi yang Tak Lepas dari Bahan Nikel

Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia Sutrisno Iwantono menyatakan, tidak masalah jika terjadi perubahan nomenklatur kementerian dan lembaga karena hal itu adalah hak prerogatif Presiden.

"Dengan adanya wacana kementerian perindustrian perdagangan internasional, intinya adalah ekspor itu hal yang sangat penting, walaupun sekarang perekonomian masih didominasi konsumsi dalam negeri," kata Sutrisno Iwantono.

Menurut dia, struktur ekspor nasional masih tidak sehat karena masih didominasi komoditas sumber daya alam yang relatif merusak lingkungan.

Terkait perdagangan internasional, sebelumnya pengamat ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menilai sejumlah perjanjian perdagangan internasional, yang dilakukan pemerintah bermanfaat untuk meningkatkan kinerja neraca perdagangan.

"Sudah tepat yang sedang diinisiasi sekarang," kata Heri menanggapi langkah Kementerian Perdagangan yang gencar melakukan perundingan perdagangan maupun penetrasi pasar baru untuk mendorong ekspor.

Baca juga: Nikel Tak Diekspor Lagi, RI Makin Berpotensi Jadi Produsen Mobil Listrik

Heri mengatakan upaya untuk ratifikasi perjanjian dagang maupun diversifikasi negara tujuan serta barang ekspor merupakan sisi positif untuk memperbaiki neraca perdagangan yang masih tercatat defisit.

Namun, menurut dia, terdapat timbal balik dari kebijakan ini yang patut diantisipasi yaitu makin derasnya impor barang masuk ke Indonesia.

Untuk itu, tambah Heri, penguatan industri manufaktur nasional menjadi sangat mendesak agar produk asal Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain di pasar internasional.

"Ini di satu sisi positif. Tapi, harus diantisipasi juga timbal baliknya," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi