Pantau Flash
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen
Ganjar Mohon Tak Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Positif COVID-19
Korona di DKI Jakarta 1 April: 794 Positif, 87 Meninggal, dan 51 Sembuh
Pangeran Albert II Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
Mantan Presiden Marseille Meninggal Akibat Virus Korona

Kementerian ESDM Siap Terangi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Kementerian ESDM Siap Terangi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Menteri ESDM Ignasiun Jonan (Foto: Kementerian ESDM)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo telah resmi menetapkan dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru pengganti Jakarta. Wilayah tersebut berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasus Jonan mengatakan bahwa Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait pemetaan wilayah untuk tata ruang serta kesiapan infrastruktur energi, khususnya ketenagalistrikan.

"Jadi kami juga sudah mulai mempersiapkan bersama Bappenas. Ada 2 unit dari kementerian ESDM yang akan mendukung Bappenas untuk persiapan. Satu, dari Badan Geologi untuk masalah topografi, studi tanah, air, cekungan air tanah dan sebagainya. Yang kedua tentang kelistrikan, jadi tinggal dirunding," tutur Jonan usai meninjau pemasangan sambungan listrik gratis di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Tinjau 3 Proyek PLTS di NTB, Jonan: Ini yang Paling Besar

Dalam rilis Kementerian ESDM, data dan informasi kebumian menjadi aspek penting dalam pembangunan infrastruktur dan tata ruang. Rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan sekaligus evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota yang sudah ada maupun yang akan disusun.

Pasokan listrik di wilayah tersebut juga akan dapat dipenuhi dengan baik. Menurut Jonan, saat ini PT PLN (Persero) sudah dapat melakukan pemasangan listrik dalam jumlah yang besar.

"Tiap tahun juga sambung listrik, memasang listrik besar sekali 1 juta hingga 1,5 juta sambungan, jadi tidak masalah," imbuhnya.

Baca juga: Jarang Terekspos, Ini Lho BUMN Indonesia yang Bergerak di Bidang Batu Bara

Jumlah ini didasarkan pada rencana jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut dipindah ke ibu kota baru.

"Tidak ada masalah (untuk pasokan listrik), karena yang pindah misalnya tahap pertama kira-kira 200 ribu ASN, dikali 5 orang (satu keluarga) sudah satu juta. Jadi kalau dipindah sampai sekitar 250 ribu atau 500 ribu rumah tangga mestinya (pasokan listrik) tidak ada masalah," pungkas Jonan.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: