Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Kenapa JK Baru Kritik LRT Saat Progress Capai 56 persen?

Headline
Kenapa JK Baru Kritik LRT Saat Progress Capai 56 persen? Pembangunan LRT (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Light Rail Transit (LRT) Jabodebek saat ini sedang masa pembangunan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Proyek ini direncanakan akan menghubungkan wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan wilayah-wilayah urban di sekitamya, yaitu wilayah Bogor dan Bekasi. Saat ini progres proyek (LRT) sudah rampung lebih dari 50 persen. 

"Progressnya 56,1 persen keseluruhan," ujar Direktur Operasional II PT Adhi Karya (Tbk), Pundjung Setya Brata saat pemaparan di Pabrik Precast LRT Pancoran, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019).

Baca juga: JK Sebut LRT Jabodebek Mahal, Adhi Karya: Cost Memang Selalu Jadi Isu

Dibangun sejak September 2015, LRT Jabodebek ini akan melayani 3 lintas pelayanan, yaitu: lintas pelayanan 1 (Cawang-Cibubur); lintas pelayanan 2 (Cawang-Dukuh Atas) dan lintas pelayanan 3 (Cawang-Bekasi Timur).

"Cawang-cibubur 76,21 perse, Cawang-kuningan-dukuh atas 44,19 karena apa karena antara Setiabudi, Dukuh atas belum konstruksi, itu menghambat kita, Cawang-Bekasi timur 51,06 persen," katanya. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik mahalnya pembangunan proyek infrastruktur proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). 

JK menilai pembangunan LRT Jabodetabek tak efisien karena justru dibangun secara melayang (elevated) dan terletak disamping jalan tol. Menurutnya, semestinya dibangun secara terpisah.

Baca juga: 'Sentilan' JK Buat Kontraktor Buka Suara Alasan Proyek LRT Dibuat Melayang

Sementara Adhi Karya mencatat, segi pembiayaan, LRT Jabodebek lebih murah dibandingkan dengan LRT-LRT yang dibangun di negara lainnya. Untuk LRT Jabodebek biayanya adalah sebesar Rp673 miliar/km sudah termasuk prasarana dan sarananya.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar/km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar/km, LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar/km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar/km, LRT Calgary di Kanada sebesar Rp2,197 miliar/km dan LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp688 mlliar/km.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: