Pantau Flash
Analis: COVID-19 Miliki Dampak Luar Biasa pada Keuangan Rumah Tangga
FIFA Jatuhkan Skors ke Presiden Federasi Sepakbola Haiti
Gelar Operasi Pasar, Mendag Masih Temukan Harga Komoditas Tinggi
Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan 'The New Normal' di Stasiun MRT HI
Pemberlakuan PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni 2020

Kenapa Kenaikan Suku Bunga Belum Berdampak ke Rupiah?

Kenapa Kenaikan Suku Bunga Belum Berdampak ke Rupiah? Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Repo Rate sebesar 25 basis point menjadi 4,50 persen. Namun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan siang ini masih melanjutkan pelemahannya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada pada angka Rp. 14.150.

Menanggapi hal tersebut pengamat ekonomi, Michael Tjoajadi mengatakan dampak kenaikan suku bunga tidak secara langsung terhadap rupiah. Menurutnya hal tersebut juga berkaitan dengan kondisi pasar.

"Kalau dikatakan dampaknya langsung terhadap rupiah tentu kita tidak bisa mengatakan seperti itu, rupiah itu bagaimanapun dipengaruhi oleh apa yang terjadi juga dengan currency line," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Baca juga: Lebaran Masih Lama, Bahan Kue Mulai Naik

Ia menambahkan, bahwa perlu dicermati beberapa mata uang lainpun turut mengalami pelemahan terhadap mata uang AS. 

"Bagaimana juga kita lihat bahwa mata uang lain pun dindunia ini in general melemah pada mata uang Amerika. Dengan bervariasi rangenya tapi melemah," ungkapnya.

Baca juga: Bete Saldo Tak Kunjung Masuk? Coba Cek Jenis Transferan Anda

Angka 25 basis point dinilainya akan menyesuaikan sesuai dengan perkembangan di pasar sehingga efektivitasnya memerlukan waktu. Namun ia menilai kenaikkan suku bunga ini membuktikan Bank Indonesia hadir untuk melihat kondisi pasar.

"Cukup atau tidak itu akan sangat tergantung bagaimana karena kita bereaksi terhadap apa yang terjadi di Moneter Fed, tapi bagaimana pun kita harus mengantisipasi, pasar cukup atau tidak perkembangan disana nantinya," katanya.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: