Keraguan Terhadap Perekonomian Amerika Dongkrak Rupiah Jadi Rp13.558

Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank pada Kamis pagi (15/2/2018), menguat sebesar 71 poin, menjadi Rp13.558.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus mengatakan, keraguan pelaku pasar uang akan perekonomian Amerika Serikat melemahkan dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang dunia termasuk rupiah.

“Meski data inflasi Amerika Serikat naik, namun buruknya data penjualan ritel menimbulkan keraguan akan perekonomian Amerika di tahun ini. Apalagi, jika nantinya suku bunga dinaikkan, situasi itu membuat dolar Amerika tertahan,” kata Putu.

Ia menjelaskan, sentimen mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kuartal pertama 2018 yang turun menjadi 2,5 persen, dari sebelumnya 3,0 persen. Hal itu turut menahan laju dolar Amerika.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai, berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar akan percepatan kenaikan agresif tingkat suku bunga The Fed, memberikan kesempatan bagi mata uang rupiah terapresiasi terhadap dolar Amerika.

“Sentimen eksternal itu memicu pelaku pasar kembali melirik aset di negara berkembang, termasuk Indonesia sehingga mendorong kenaikan mata uangnya,” katanya.

Ia mengatakan mata uang rupiah yang terapresiasi terhadap dolar Amerika akan meningkatkan minat pelaku pasar terhadap instumen investasi seperti surat utang (obligasi).

Catatan Pantau.com, meski mengalami penguatan tapi nilai tukar rupiah per hari ini masih tetap lebih besar dibandingkan asumsi nilai tukar dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pemeritah mematok, nilai tukar rupiah Rp13.400 per dolar Amerika.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Martina Prianti