Pantau Flash
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Ketegangan Inggris-Iran di Timteng Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ketegangan Inggris-Iran di Timteng Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia Sebuah kapal tanker minyak terbakar usai serangan di Teluk Oman, perairan antara Teluk Arab dan Iran, 13 Juni 2019. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Harga minyak dunia lebih tinggi pada penutupan perdagangan, Sabtu (13/7/2019), karena ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah memberikan dukungan, sementara keuntungan dibatasi oleh kekhawatiran atas surplus minyak mentah global.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik tipis USD0,01 menjadi menetap pada USD60,21 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD0,20 menjadi ditutup pada USD66,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga: Butuh 10 Tahun Perusahaan Teknologi Salip Usaha Minyak Dunia

Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Inggris untuk melepaskan tanker minyaknya yang disita Inggris di Selat Gibraltar pekan lalu, kantor berita resmi IRNA melaporkan pada Jumat, 12 Juli 2019.

"Klaim Inggris atas kapal tanker minyak secara hukum tidak sah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi kepada IRNA.

Pada pekan lalu, Marinir Kerajaan Inggris di Selat Gibraltar menangkap sebuah kapal Iran yang menuju Suriah karena dianggap "melanggar sanksi Uni Eropa," lapor media Barat.

Pejabat menteri luar negeri Spanyol mengatakan penyitaan Grace 1 atas permintaan Amerika Serikat (AS). Mousavi mendesak Inggris untuk tidak memasuki apa yang disebutnya "permainan berbahaya Amerika Serikat."

Harga minyak naik karena pelaku pasar khawatir bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu aliran pengiriman minyak global.

Baca juga: Saudi: Pasokan Minyak Dunia Mencukupi dan Cadangan Bertambah

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat, 12 Juli, mengatakan bahwa pasar minyak menunjukkan surplus global 0,5 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan ekspektasi sebelumnya defisit 0,5 juta barel per hari.

"Surplus ini menambah persediaan besar yang terlihat pada paruh kedua 2018 ketika produksi minyak melonjak begitu pertumbuhan permintaan mulai goyah," kata IEA.

Sebuah laporan terpisah oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Kamis, 11 Juli, juga menunjukkan tren kenaikan dalam produksi di luar grup, memperlihatkan surplus pasokan mungkin kembali meskipun ada pakta yang dipimpin OPEC untuk mengekang produksi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: