Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Ketemu Mantan PM Kenya Soal Investasi, Luhut: Kami Akan Lakukan Penjajakan

Ketemu Mantan PM Kenya Soal Investasi, Luhut: Kami Akan Lakukan Penjajakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan banyak perusahaan Indonesia tertarik berinvestasi di negara-negara Afrika.

Dalam siaran persnya Luhut mengatakan, Indonesia dan Afrika harus bekerja lebih cepat karena meski banyak perusahaan energi dan infrastruktur Indonesia tertarik berinvestasi di Afrika, namun masih ada hal-hal belum berjalan mulus.

Untuk itu, saat Luhut bertemu dengan Utusan Khusus Uni Afrika Bidang Infrastruktur Raila Amolo Odinga, dalam ajang Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Nusa Dua, Bali, Selasa (20 Agustus 2019), Luhut memintanya untuk membantu menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut.

Baca juga: Bank Mandiri Tegaskan Belum Kerja Sama Layanan Pembayaran dengan WhatsApp

"Kami meminta anda untuk membantu kami dalam menyelesaikan kesepakatan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia-Mozambik dan Indonesia-Kenya, karena anda adalah mantan Perdana Menteri Kenya, saya harap anda bisa memainkan peran anda dalam hal ini. Karena ini bisa membantu memuluskan hubungan perdagangan kedua negara," kata Luhut.

Menurutnya, Uni Afrika dapat menjadi pintu bagi banyak peluang kerja sama dengan negara-negara anggotanya. Sementara itu, Odinga mengatakan Uni Afrika memang berperan untuk mengharmonisasikan pembangunan infrastruktur di antara negara-negara anggotanya yang berjumlah 54 negara.

Odinga juga melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbilang pesat membuat ia yakin Indonesia bisa menjadi mitra kerja sama pembangunan di benua tersebut.

Baca juga: Sumpah Pendiri Huawei, Reformasi Usaha Guna Redam Krisis AS

"Kami mengundang perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berperan dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, jalur kereta api. Serta juga di bidang industri seperti industri petrokimia, tembaga, aluminium, obat-obatan dan lain-lain," ujarnya.

Utusan Khusus Uni Afrika juga mengungkapkan, Pemerintah Kenya saat ini telah menetapkan apa yang mereka sebut sebagai Empat Agenda Besar yaitu perumahan yang terjangkau, kesehatan, ketahanan pangan dan perindustrian.

Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan lemahnya kemampuan finansial dari negara-negara Afrika, Luhut mengatakan tentunya ada proses penjajakan dahulu untuk melihat kemampuan mereka.

"Tentunya tidak akan asal saja, kami akan melakukan penjajakan lebih dahulu. Tapi yang sangat saya apresiasi adalah karena confidence mereka dengan Indonesia. Itu yang penting," ungkap Luhut.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: