Ketua KPPU Identifikasi Masalah Harga Beras Terus Merangkak Naik

Pasar Beras Induk Cipinang (Foto: Ratih Prastika)Pasar Beras Induk Cipinang (Foto: Ratih Prastika)

Pantau.com Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf angkat bicara soal fenomena naiknya harga beras. Dalam keterangan tertulis, Syarkawi menyampaikan empat permasalahan kenaikan harga dan ketidakstabilan  pasokan beras. 

Pertama, tingginya disparitas harga beras internasional dibandingkan dengan harga beras di Dalam negeri memberikan dorongan untuk melakukan impor. Menurut data FAO Pada tahun 2017, harga beras Vietnam sekitar US$0,31 per kg atau setara dengan Rp4.100 per kg (Kurs rupiah per US$  sebesar Rp13.225) dan Thailand harganya sekitar US$0,34 per kg atau setara dengan Rp4.496 per kg); sementara harga beras di Dalam negeri sekitar US$ 0,79 per kg menurut FAO atau sekitar Rp10.447 per kg secara rata-rata. 

Kedua, rendahnya kredibilitas data produksi beras yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Ketiga, sistem distribusi beras yang buruk karena terlalu panjang sehingga Rawan aksi spekulasi. 

Sementara permasalahan keempat, peran Perum Bulog yang belum optimal menopang pasokan beras nasional melalui Operasi pasar beras.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti