Komisi Energi DPR dan Menteri Jonan Satu Suara Soal Harga BBM

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang salah satunya membidangi sektor energi, sepakat dengan pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, soal harga bahan bakar minyak (BBM). Demikian salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Menteri Jonan yang digelar hingga sekitar tujuh jam, kemarin (25/1/2018).

Selain mengevaluasi kerja Kementerian ESDM pada 2017 dan soal rencana kerja kementerian tahun ini, dibahas juga mengenai kenaikan harga minyak dan dampaknya ke harga BBM. Nah salah satu hasil rapatnya, DPR menyetujui rencana Kementerian ESDM soal tidak menaikkan harga BBM.  

“Komisi VII sepakat dengan menteri ESDM atas kebijakan yang tidak menaikkan harga BBM sampai triwulan pertama 2018. Namun, demikian komisi VII meminta untuk memperhatikan kemampuan keuangan Pertamina agar tetap sehat secara finansial dan dapat meningkatkan investasinya,” demikian  salah satu kesimpulan Raker Komisi VII dengan menteri ESDM yang Pantau.com terima, Jumat (26/1/2018).

Asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 menyebutkan, harga minyak dipatok USD48 per barel. Di sisi lain, harga minyak dunia di pasar internasional menunjukkan rata-rata di atas USD60 per barel bahkan sempat menyentuh USD70 per barel.  

Penetapan harga BBM yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian ESDM sendiri, disebutkan mempertimbangkan pelbagai aspek antara lain kemampuan keuangan negara, situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, ekonomi riil, dan sosial masyarakat.

Adapun harga bahan bakar yang ada dipasarkan oleh Pertamina pada saat ini, premiun Rp6.550 per liter, pertalite Rp7.500 per liter, pertamax Rp8.600 per liter, pertamax turbo Rp9.600, dexlite Rp7.300, Pertamina dexlite Rp9.250 per liter, solar Rp5.150 per liter, dan pertamax racing Rp42.000 per liter.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti