Pantau Flash
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia
Di Tengah Wabah Virus Korona, MUI Ajak Masyarakat Salat di Rumah Lebih Baik

Kompak Terapkan Tarif Baru, China: Amerika Seharusnya Belajar Berperilaku

Kompak Terapkan Tarif Baru, China: Amerika Seharusnya Belajar Berperilaku Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Amerika dan China hari Minggu (1 September 2019) memberlakukan tarif baru terhadap produk ekspor masing-masing, perselisihan terbaru dalam perang dagang yang panjang dan kontroversial antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Presiden Amerika Donald Trump memungut 15 persen pajak atas produk-produk ekspor China senilai 112 miliar dolar yang dikirim ke Amerika. Bagi konsumen Amerika, tarif itu mungkin menyebabkan harga naik untuk beberapa makanan, peralatan olahraga, pakaian olahraga, alat musik, dan mebel.

Baca juga: Tarif Baru Resmi Berlaku, Trump: Kami Tak Ingin Jadi Pelayanan China!

Sementara itu, China mulai menambahkan tarif 5 persen dan 10 persen pada sebagian dari ekspor Amerika senilai 75 miliar dolar yang dikirim ke China yang dikatakannya akan diberlakukan dalam perang tarif dengan Amerika. 

Awalnya, China mengatakan ekspor Amerika untuk jagung manis beku, hati babi, marmer dan ban sepeda adalah di antara lebih dari 1.700 produk yang akan dikenakan pajak.

Trump hari Jumat (30 Agustus 2019) mengesampingkan keterlambatan dalam tarif baru terhadap barang-barang impor China, dan mengatakan, "Mereka akan diberlakukan."

Baca juga: Soal Iuran BPJS Naik, Komisi XI DPR: Pemerintah Jangan Terburu-buru!

Ketika diberlakukan hari Minggu, Trump menyatakan, "Kita tidak bisa membiarkan China merampok kita lagi."

Sementara, berita resmi China, Xinhua menuliskan, "Amerika seharusnya belajar berperilaku selayaknya kekuatan global yang bertanggung jawab dan berhenti berlaku sebagai 'perundungan di sekolah.' Sebagai satu-satunya negara adikuasa di dunia, Amerika harus memikul tanggung jawab yang semestinya, dan bergabung dengan negara-negara lain untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik dan lebih makmur. Hanya dengan begitu Amerika bisa kembali hebat."

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: