Kondisi ‘Abu-abu’ Ekonomi Amerika Tekan IHSG Melemah 111,13 Poin

Kantor BEI. (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor BEI. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa (6/2/2018), ditutup melemah 111,13 poin, atau 1,68 persen menjadi 6.478,54. Di sisi lain kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 16,51 poin (1,49 persen) menjadi 1.090,48.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan seluruh indeks bursa saham global mengalami tekanan, termasuk IHSG. Menurutnya hal itu karena adanya sentimen ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat di masa depan.

“Saya melihatnya ini hanya persepsi di pasar dan persepsi sifatnya tidak lama. Saya hanya katakan, jika hasil kinerja perusahaan emiten bagus, ekonomi Indonesia bagus maka penurunan IHSG hanyalah sementara,” ujar Tito, Selasa (6/2/2018).

Ia mengharapkan, emiten dapat segera menyampaikan laporan keuangannya. Tujuannya agar dapat menjadi bukti bahwa industri pasar Indonesia memiliki fundamental bagus sehingga investor kembali masuk ke pasar.

Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan faktor pendukung lain bagi industri pasar modal adalah masih kuatnya fundamental perekonomian nasional yang masih akan melanjutkan pertumbuhan. “Kondisi dalam negeri yang kondusif akan menjadi daya tarik bagi investor untuk tetap berinvestasi,” kata William.

Pada perdagangan hari ini, tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 470.463 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,672 miliar lembar saham, senilai Rp15,490 triliun. Dari jumlah itu, 58 saham naik, 330 saham menurun, dan 92 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Sementara itu penurunan pasar saham disejumlah bursa regional, antaranya indeks bursa Nikkei turun 1.071,84 poin (4,73 persen) ke 21.610,24, indeks Hang Seng melemah 1.649,80 poin (5,12 persen) ke 30.595,42 dan Straits Times melemah 76,55 poin (2,20 persen) ke posisi 3.406,38.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti