Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

Konkret, Erick Thohir Berencana Bangun Kawasan Jasa Kesehatan

Konkret, Erick Thohir Berencana Bangun Kawasan Jasa Kesehatan Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan pihaknya berencana membangun kawasan jasa kesehatan dalam rangka mendorong perbaikan bidang kesehatan nasional.

"Kawasan kesehatan ini salah satu di-propose dan masih menunggu," katanya dalam acara HSBC Economic Forum di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Erick menjelaskan, nantinya kawasan kesehatan tersebut bisa mempertemukan para ahli mulai dari penemu, dokter, hingga rumah sakit untuk menjadi mitra BUMN dalam mengembangkan kesehatan nasional.

Baca juga: Erick Thohir: Tenaga Medis Jadi Prioritas Penyuntikan Vaksin COVID-19

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dalam bidang kesehatan karena banyak masyarakat kelas menengah ke atas yang memilih ke luar negeri untuk mendapat fasilitas kesehatan.

"Kalau ini jadi, maka potensi market luar biasa. Banyak sekali sekarang masyarakat Indonesia yang middle up mencari kesehatan di luar negeri. Jadi (nanti) tidak perlu jauh-jauh, sudah ada di Indonesia sendiri," jelasnya.

Erick melanjutkan, pemerintah juga membuka peluang bagi investor dalam negeri maupun luar negeri untuk bisa bekerja sama dalam pembangunan kawasan kesehatan itu.

Baca juga: Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Lockdown

"Hal ini juga membuka partnership dengan siapapun baik foreign investor atau pengusaha lokal. Kita punya market yang besar,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa pihaknya juga berencana membuat pabrik obat parasetamol yang selama ini masih impor.

"Untuk menekan kebutuhan impor obat-obatan maka kita bangun pabrik parasetamol yang selama ini impor," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: