Pantau Flash
Pencairan Gaji ke-13 PNS Masih 'Mengambang'
Tinjau Penanganan COVID-19, Doni hingga Menkes Terawan Sambangi Papua Barat
Komnas Anak Layangkan Panggilan ke-2 pada Lembaga Pimpinan Anies Baswedan
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19

Krakatau Steel Wacanakan Pelibatan PPA dalam Proses Restrukturisasi

Krakatau Steel Wacanakan Pelibatan PPA dalam Proses Restrukturisasi Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim di Kementerian BUMN, Jakarta pada Kamis (28/11/2019). (Foto: Antara/Aji Cakti)

Pantau.com - PT Krakatau Steel mewacanakan pelibatan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA dalam proses restrukturisasi perusahaan baja pelat merah tersebut.

"Seperti kita ketahui bahwa Krakatau Steel memiliki utang yang besar. Ada kemungkinan kita melibatkan PPA," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim di Kementerian BUMN, Jakarta pada Kamis (28/11/2019).

Silmy Karim mengatakan bahwa PPA kemungkinan akan dilibatkan dalam proses restrukturisasi Krakatau Steel. "Ini hanya salah satu cara bagaimana supaya memperbaiki neracanya Krakatau Steel," katanya.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Heran Krakatau Steel Bisa 'Tidak Sehat'

Wacana pelibatan PPA ini, lanjutnya, masih diskusi awal. PPA sendiri bukan hanya dalam konteks mengurusi hal-hal yang memang tidak optimal, tetapi juga bisa menjadi semacam bagian dari investor strategis misalnya. "Mungkin ada anak perusahaan kita yang bisa diperbaiki, masih terlalu dini namun ide-ide itu muncul," ujar Silmy.

Direktur Utama Krakatau Steel tersebut mengungkapkan bahwa keterlibatan PPA seperti apa belum ditentukan, dan baru pada pekan depan Wamen I Budi Gunadi Sadikin mengundang PPA dan pihaknya untuk mendiskusikan hal tersebut.

Sebelumnya, Dirut Krakatau Steel pernah mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk membahas kelangsungan restrukturisasi utang perseroan hingga bisnis industri baja nasional pada Kamis (21/11).

Baca juga: Sempat Stop, Krakatau Steel Ekspor 60.000 Ton Baja ke Australia

Dia menjelaskan bahwa Krakatau Steel menjadi salah satu prioritas Pak Menteri BUMN, sehingga setiap pekan bahkan lebih dari sekali, telah dilakukan review, follow up atas progres dalam rangka proses penyehatan Krakatau Steel.

Silmy juga menyampaikan terkait restrukturisasi utang, proses dengan kreditur mengarah ke hasil yang positif sehingga perseroan akan mendapatkan relaksasi pembayaran utang. Terdapat empat bank yang masih melakukan proses restrukturisasi.

Proses restrukturisasi utang itu ditangani secara intensif oleh perseroan dan Kementerian BUMN. Diharapkan, dalam 100 hari Erick Thohir menjabat Menteri BUMN banyak progres yang telah dilakukan untuk penyehatan perseroan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: