Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Kursi Pemimpin IMF Kosong, Muncul Upaya Hapus Batasan Usia Jadi Persyaratan

Kursi Pemimpin IMF Kosong, Muncul Upaya Hapus Batasan Usia Jadi Persyaratan Kristalina Georgieva (66 tahun) menjadi kandidat kuat sebagai direktur pelaksana IMF menggantikan Christine Lagarde (Foto: Reuters)

Pantau.com - Dewan Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Rabu (21 Agustus 2019) merekomendasikan perubahan aturan yang akan menghapus batas usia untuk pemimpinnya, membuka jalan bagi Kristalina Georgieva dari Bulgaria untuk memimpin IMF.

Komite pengarah IMF yang mewakili 189 negara anggota harus memberikan suara pada rekomendasi tersebut, tetapi diperkirakan akan menyetujuinya.

Baca juga: Iran Usaha Redenominasi Mata Uang, 4 Angka Nol Dihapuskan

Georgieva, kandidat Uni Eropa untuk menjadi direktur pelaksana IMF, berusia 66 tahun pada 13 Agustus lalu sehingga terlalu tua baginya untuk menjabat berdasarkan aturan yang berlaku sejak 1951 yang menetapkan bahwa kandidat harus berusia 65 tahun ke bawah.

Jika dipilih, Georgieva akan menjadi perempuan kedua yang menjabat direktur pelaksana IMF setelah Christine Lagarde, yang mengundurkan diri untuk memimpin Bank Sentral Eropa.

Baca juga: Dear Jeff Bezos... Amazon Dikritik Pelanggan Soal Bungkus Plastik Nih

Aturan IMF juga melarang siapa saja yang berada di posisi teratas untuk menjabat setelah berusia 70 tahun. Perubahan itu, yang membutuhkan suara mayoritas sederhana dari para gubernur, akan menyelaraskan aturan IMF dengan Bank Dunia, yang usia presidennya tidak dibatasi.

Pemungutan suara dijadwalkan mulai 21 Agustus hingga 4 September, kata IMF. Badan pemberi pinjaman krisis global itu berencana memilih pemimpin baru untuk menggantikan Lagarde pada 4 Oktober.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: