Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Lahan Rawa di Sumatera Selatan Disulap, Produksi Padi Meningkat

Lahan Rawa di Sumatera Selatan Disulap, Produksi Padi Meningkat Kunjungan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Foto: Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Tak lengkap kalau makan tanpa nasi, istilah itu sepertinya memang menjadi khas bagi warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, petani di Indonesia terus didukung. Produksi padi di Sumatera Selatan sebesar 1.6 juta ton, dan menjadi penghasil beras nomor satu di Indonesia.

Peningkatan produk ini rupanya berasal dari Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) oleh Kementerian Pertanian.

"Kami senang Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) datang sendiri dan memotivasi para petani. Ungkapan beliau bekerja 24 jam, untuk kami adalah semangat bekerja keras," tutur Salman HS, Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama Desa Sebubus, Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: Teknologi Pertanian di Ciamis: Limbah Disulap Jadi Bio Insectisida Guys

"Kami juga berjanji memanfaatkan traktor dan eksavator bantuan Bapak Mentan ini dengan maksimal, akan kami gunakan siang malam secara bergantian", tambahnya.

Salman dan kelompok tani lainnya, berjanji akan memaksimalkan bantuan eskavator dan alsintan lainnya dari Kementerian Pertanian. 

"Kini kita bisa bekeja lebih cepat mengolah tanah. Mesin pertanian solusi bagi kami menyelesaikan lahan rawa. Kami bersemangat!," tuturnya. 

Baca juga: Kualitas Jagung RI Tidak Kalah dengan Impor, Muncul #SaveJagungNasional

Hal senada juga disampaikan Muhammad, Kelompok tani Sinar Desa, Desa Tanjung Aur Kec. Jejawi Kabupaten Ogan komering Ilir. Ia memastikan akan mendukung swasembada pahan di lahan rawa. "Lahan kami akan kami tanami padi agar tidak perlu impor beras," katanya. 

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi atas perhatian Kementerian Pertanian terhadap pembangunan pertanian, dan mitigasi kebakaran lahan di wilayahnya, Rabu (28 Agustus 2019) di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. 

"Tahun ini kita diberikan program serasi 200 ribu hektare, yang terbagi Banyuasin dan OKI sebesar 150 ribu hektar. Mentan membantu petani konvensional menjadi petani modern," terang Herman.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: