LPS Klaim Simpanan Nasabah di Bank Bakal Lebih Aman, Ini Alasannya

Headline
Sejumlah perbankan yang menjadi anggota LPS. (Pantau.com/Fery Heryadi)Sejumlah perbankan yang menjadi anggota LPS. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan asetnya akan tumbuh sebesar 18,07 persen, atau sekitar Rp15 triliun menjadi Rp98 triliun pada tahun ini. Nilai aset LPS sendiri pada saat ini tercatat Rp83 triliun. 

“Kami cukup optimis aset akan terus tumbuh di tahun ini, bercermin dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah di Manado, Jumat (2/2/2018).

Nah, semakin besar nominal total aset LPS merupakan perkembangan kemampuan dari LPS. Yakni, menjamin fungsi penjaminan simpanan nasabah dan pemeliharaan stabilitas perbankan nasional dapat berjalan seperti yang dimandatkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

Sejak 13 Oktober 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank oleh LPS, paling banyak sebesar Rp2 miliar. Simpanan tersebut meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lai. Simpanan nasabah bank berdasarkan prinsip syariah, dan saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank.

Halim mengatakan aset LPS berasal dari premi semua bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR) yang menjadi anggota LPS. Setiap tahunnya, rata-rata LPS mengantongi premi dari simpanan sebesar Rp10 triliun. Premi yang diambil perbankan sebesar 0,2 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Perolehan LPS lainnya, dari hasil penanaman dana pada surat berharga negara. 

Tim Pantau