Pantau Flash
Penyidik Periksa Delapan Karyawan dalam Penyidikan Kebakaran Kejagung
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Penjara Seumur Hidup
RSKI Pulau Galang Khusus Pasien COVID-19 Penuh
Pecah Rekor Lagi! Positif COVID-19 di Indonesia Tambah 4.465 Kasus
Prabowo Targetkan 1,4 juta Hektare Lahan Singkong di Akhir 2025

LRT Jakarta Tepis Adanya Singgungan Trayek dengan MRT

LRT Jakarta Tepis Adanya Singgungan Trayek dengan MRT Verifikasi penumpang uji coba LRT Jakarta (Foto: Pantau.com/Anugrah Rizky Ali)

Pantau.com - PT Light Rail Transit (LRT) Jakarta menegaskan tidak ada persinggungan trayek dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) dalam rencana pembangunan fase II perluasan pelayanan di Jakarta.

"Tidak ada singgungan dengan MRT, sebab fase IIA kita ke arah Jakarta Internasional Stadium (JIS)," kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Wijonarko di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: LRT Jakarta Bakal Gratiskan Tiket untuk Pelajar dan Lansia

Pernyataan itu menjawab kabar yang menyebutkan bahwa jalur kereta ringan sepanjang 19,8 kilometer itu berpotensi mubazir karena berimpitan dengan rencana pembangunan jalur MRT koridor timur-barat.

Dikutip dari artikel tajuk koran Tempo edisi 6 Febuari 2020, rancangan kedua jaringan transportasi massal berbasis rel itu disebut bermasalah karena sama-sama bakal melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Tugu Tani, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan KS Tubun. Jalur keduanya baru berpisah di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Namun Wijonarko memastikan tidak akan ada persinggungan trayek yang dimaksud, sebab rencana perluasan lintasan mengarah ke JIC untuk fase IIA dan ke Manggarai pada fase IIB.

"Beda arah dan tujuan," katanya.

Baca juga: LRT Beroperasi Komersil Mulai 1 Desember dengan Tarif Rp5000

Wijonarko mengatakan satu-satunya pembahasan di tingkat DPRD DKI Jakarta adalah permasalahan terkait trayek yang masih dianggap terlalu pendek.

"Yang bermasalah justru pendeknya (trayek) harus diperpanjang," katanya.

Saat disinggung terkait teknis penggarapan proyek fase IIA dan IIB, Wijonarko mengaku bukan wewenang jajarannya. "Kami hanya operator, proyek ini digarap Jakpro," katanya.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - TIH
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: