Pantau Flash
Jokowi Kenakan Sabu, Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Jakarta untuk ke-4 Kalinya
Seluruh Peserta Sidang Tahunan MPR RI Wajib Melakukan Swab Test
Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia Tutup Usia
Subsidi Bunga KUR 6 Persen Diperpanjang hingga Desember 2020

Manokwari Sudah Kondusif, Warga Kembali Berjualan di Pasar

Manokwari Sudah Kondusif, Warga Kembali Berjualan di Pasar Pedagang aksesoris di Pasar Sanggeng, Manokwari. (Foto: Antara/Dyah Dwi)

Pantau.com - Perekonomian masyarakat Manokwari, Papua Barat berangsur normal. Pasar terbesar di Manokwari, Pasar Sanggeng, kembali dibuka sehingga sejumlah warga bisa kembali berjualan seperti biasa. 

Sebelumnya, kegiatan perekonomian di Manokwari sempat lumpuh sesaat akibat kericuhan terjadi buntut dari peristiwa rasis di Surabaya dan Malang pada Senin, 19 Agustus lalu.

Salah satu pedagang aksesoris khas Papua Barat Ani masoka (54) mengaku tidak berjualan selama empat hari. Dan baru kembali menjajakan dagangannya hari ini karena merasa kondisi sudah aman.

Baca juga: Moeldoko Sebut Ada 2 Kelompok yang Senang Papua Bergejolak, Siapa Saja?

"Kemarin tidak jualan, baru hari ini jualan. Sama sekali tidak datang ke pasar, tidak bisa jualan karena pasar tutup," kata Ani, Jumat (23/8/2019). 

Hal serupa dikatakan tukang ojek Raymond Paul (26). Menurutnya kondisi Manokwari sudah aman dan masyarakat sudah melakukan aktivitas di pasar.

Saat terjadi kericuhan, ia mengaku melihat dari jauh karena mempertimbangkan situasi rawan, tidak dapat bekerja karena jalanan Manokwari lumpuh.

"Akhirnya beberapa hari kondisi jalan sudah normal. Sudah dua hari setelah kejadian. Aktivitas ekonomi biasa meski belum seramai sebelumnya, tetapi ini sudah ada perubahan," kata Raymond.

Baca juga: Wiranto Soal Kerusuhan Papua: Pelaku Jangan Digeneralisasi

Ia berharap masyarakat tidak terprovokasi lagi dan kondisi Manokwari aman sehingga kegiatan mencari uang tidak terganggu.

Selain itu, Obel, penjual sayur, juga sudah berdagang seperti biasa dan tidak merasa takut karena jalan-jalan sudah dapat dilalui seperti biasa.

Dari peristiwa kemarin, ia berharap tidak terjadi lagi penghinaan yang menyulut rasa tersinggung suatu suku sehingga kondisi memanas.

"Jangan terjadi lagi, manusia menjaga kita punya langkah, kita punya mulut. Cara bicara baik-baik, main-main tetap sopan, orang punya perasaan," kata Obel.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: