Pantau Flash
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi
Kerusuhan di Amerika Serikat Memicu Kemerosotan Harga Minyak Dunia
Pelatih Persib Pilih Liga Kembali Bergulir Ketimbang Gelar Turnamen
Kemenaker Temukan Ada 1.111 Aduan Soal THR Karyawan
Aktor Dwi Sasono Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Mantan Mendag Era SBY Sebut Fenomena 'Bakar Duit' di e-Commerce

Headline
Mantan Mendag Era SBY Sebut Fenomena 'Bakar Duit' di e-Commerce Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pertumbuhan ekonomi digital turut menjadi salah satu faktor pendorong transaksi yang cukup tinggi pada platform perdagangan elektronik atau electronic commerce (e-commerce). 

Namun nyatanya dana yang digelontorkan oleh platform e-commerce untuk membangun ekosistem penggunanya juga tidak sedikit. Atau seringkali disebut fenomena 'bakar duit'.

Terkait hal tersebut, Mantan Menteri Perdagangan periode 2004-2011, Mari Elka Pangestu menilai model bisnis pada ekonomi digital saat ini memang mengejar valuasi perusahaan. Sehingga para pemain bisnis ini berlomba mendapatkan hati konsumen.

Baca juga: Kartu Hitam Ibu Nagita Slavina Viral, Ini 4 Kartu Mahal untuk Orang Kaya

"Kalau platform economy kan modelnya the more data yang dimiliki, maka lebih tinggi nilai dari platform itu, oleh karena itu terjadi competion untuk mendapatkan customer," ujarnya saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019). 

Kendati demikian, kata dia para pelaku di bidang ini harus juga memperhatikan dari segi pelayanan. Sebab, kata dia para konsumen bisa berpindah platform sesukanya, namun konsumen akan bertahan jika pelayanan atau experience yang diberikan memang memuaskan.

Baca juga: Online Shop Booming, Tetapi Banyak Penjual Merugi?

"Customer juga intinya melihat yang mana yang beneficial dari segi price, tapi at the end of the day mereka juga akan menilai kan, oke meskipun beda Rp10, mungkin saya akan bayar lebih mahal kalau servicenya reliable or lebih baik servicenya," paparnya.

Sehingga kata dia, selain fasilitas atau diskon-diskon yang diberikan, pelaku e-commerce juga harus mampu mendapatkan kepercayaan dari konsumen. 

"Jadi at the end of the day bukan hanya masalah price tapi masalah rating daripada trust level itu penting terhadap platform itu tidak kalah penting. Asalkan vendor kepada UKM, jangan mengurangi cost vendornya," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: