Menakar ‘Manfaat’ Lonjakan Cadangan Devisa Indonesia

Headline
Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Bank Indonesia (BI) mencatatkan rekor fantastis soal posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2018. Pada akhir Januari 2018, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD131,9 miliar atau Rp1.768,53 triliun.

Jumlah itu bertambah USD1,7 miliar setara Rp23 triliun dari posisi sebelumnya pada Desember 2017 yang baru USD130,2 miliar, senilai Rp1.744,62 triliun.

Jika dibandingkan periode yang sama pada Januari 2017, cadangan devisa Indonesia pada saat ini jauh lebih besar lagi. Tak tanggung-tanggung, perbedaannya mencapai Rp202,2 triliun.

Pada akhir Januari 2017, posisi cadangan devisa Indonesia baru mencapai sebesar USD116,89 miliar, setara Rp1.566,33 triliun. 

Baca juga: Ini Kata Ekonom Soal Besaran Cadangan Devisa Indonesia

Penerjemahan semua angka di atas, menggunakan nilai tukar yang sama yakni Rp13.400 per dolar Amerika, dalam asumsi makro nilai tukar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.  

 

Pemangku Kebijakan

Apa arti besaran cadangan devisa? Berikut Pantau.com berikan ulasannnya sedikit.  Semakin besar cadangan devisa suatu negara, menunjukkan adanya kestabilan pertumbuhan ekonomi pada negara tersebut. 

Bagaimana tidak, semakin besar cadangan devisa suatu negara, pemangku kebijakan fiskal (Menteri Keuangan) dan kebijakan moneter (Bank Sentral-Bank Indonesia), memiliki ruang yang sangat ‘lebar’ untuk lebih mendorong pertumbuhan. 

Dari sisi fiskal, salah satunya menjadi bukti pemerintah telah mengantongi kepercayaan baik dari investor maupun lembaga rating internasional (misalnya Fitch Ratings, Moody’s, Standard & Poor’s, dan Japan Credit Rating Agency, Ltd.). Kepercayaan untuk untuk menerbitkan surat utang khususnya berupa obligasi global. 

Baca juga:  BI Sebut Cadangan Devisa Indonesia Melonjak Jadi Rp1.768,53 Triliun

Bukan sekadar untuk menambal pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), surat utang dimaksud, digadang-gadang juga salah satu bukti untuk meyakinkan investor tentang pertumbuhan ekonomi yang bakal berlanjut.

Sementara bagi Bank Sentral (BI), semakin besar cadangan devisa, memberikan ‘kekuatan’ lebih besar baginya. Khususnya untuk meredam dampak jika suatu waktu terjadi drop tajam pada nilai tukar rupiah dari dolar Amerika.     

Pelaku Usaha

Bagi pelaku usaha apa manfaat besaran cadangan devisa? Pertama, menjadi salah satu pertanda kalau tengah terjadinya pertumbuhan ekonomi yang stabil. Jika sudah demikian, tentu pengusaha tidak ragu-ragu dalam membuat rencana pengembangan bisnis kan ya.

Kedua, untuk pengusaha yang berorientasi ekspor maupun yang masih mengandalkan bahan baku impor untuk produksi usahanya, bisa mengetahui arah tren nilai tukar dolar terhadap rupiah. 

Yang satu, bisa memperkirakan akan bertambah besar pundi-pundinya jika rupiah terus drop terhadap dolar Amerika. Sebaliknya, sang importir bisa menghitung ‘kan seberapa besar tambahan beban produksi yang mesti ditanggung.

Asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 menyebutkan nilai tukar rupiah pada tahun ini dipatok Rp13.400 per dolar Amerika. Sebagai gambaran, pada hari ini Rupiah mengalami pelemahan sebesar 38 poin, menjadi Rp13.628 per dolar amerika.

Baca juga: Reli Rekor Cadangan Devisa Diprediksi Bakal Berlanjut

Pantau.com menyimpulkan, imbauan yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo agar pengusaha optimis terhadap potensi pertumbuhan ekonomi, bukan tanpa alasan. Besaran cadangan devisa Indonesia pada saat ini, bisa dijadikan salah satu acuan bahkan jaminan adanya kestabilan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tapi, mari tetap harus hati-hati dalam membuat kalkulasi ekonomi.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti