Pantau Flash
1 Tahun Pengabdian, Mendes PDTT Peroleh Penghargaan IPB
FOOD HEROES DAY: Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh
Depok Kembali Perpanjang Pembatasan Jam Operasional Pusat Perbelanjaan
Wisatawan Reaktif COVID-19 di Bogor Bertambah, dari Jakarta Paling Banyak
Bea Cukai Jangkau Masyarakat Sekitar dengan Bahasa Madura

Mendag Akan Cabut Regulasi Penghambat Arus Masuk Investasi dari Luar

Mendag Akan Cabut Regulasi Penghambat Arus Masuk Investasi dari Luar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya akan segera mencabut sejumlah regulasi yang dianggap menghambat arus masuk investasi atau relokasi industri dari negara luar.

"Arus masuk atau relokasi industri begitu banyak maka kita harus tangkap peluangnya," ujar Enggartiasto Lukita usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) di Jakarta, Rabu malam (4/9/2019).

Baca juga: Wamen ESDM Angkat Isu Bioenergi dan Kendaraan Listrik di Forum ASEAN

Saat ini, ia menilai bahwa belum sinkronnya regulasi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi salah satu faktor penghambat datangnya investasi dari investor potensial.

"Yang selalu menjadi keluhan investor potensial adalah ketidaksinkronan peraturan pusat dan daerah pada saat di lapangan," katanya.

Dalam Rakorpusda itu, ia mengungkapkan, para Gubernur telah berkomitmen kuat untuk memberikan kemudahan perizinan, begitu juga di pemerintah pusat.

Di sisi lain, Enggartiasto mengatakan, pihaknya juga akan terus berupaya untuk membuka akses pasar yang lebih besar melalui berbagai perjanjian perdagangan sehingga diharapkan dapat memperkuat kinerja industri manufaktur nasional.

"Kalau manufaktur dan industri lainnya sudah ada, maka persoalannya bagaimana memasarkannya, yaitu dengan buka akses pasar dengan berbagai perjanjian perdagangan yang kita lakukan. Ini dapat mengejar ekspor di tengah ketidakpastian permintaan dunia," ujarnya.

Baca juga: KEIN Usulkan Penggabungan 2 Kementerian di Kepemimpinan Jokowi Jilid 2

Saat ini, lanjut dia, pihaknya menargetkan dapat menyelesaikan tiga perjanjian dagang hingga akhir tahun ini sehingga turut mendorong kinerja ekspor dan investasi di Indonesia.

"Sampai hari ini, sudah ada 14 perjanjian perdagangan dalam kurun waktu tiga tahun, hingga akhir tahun ada tiga lagi, jadi totalnya ada17 perjanjian perdagangan," ucapnya.

Menurut dia, dengan melakukan perjanjian perdagangan dengan negara lain maka akan membuka akses pasar bagi produk-produk Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: