Mendag & Menperin Kompak Paparkan Alasan Indonesia (Masih) Impor Garam Industri

ilustrasi (dok.bittermansalt)ilustrasi (dok.bittermansalt)

Pantau.com Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan alasan pemerintah akan mengimpor garam industri sebesar 3,7 juta ton. “Kebutuhan garam untuk industri itu tidak boleh terganggu, berdasarkan PP 41 dan berdasarkan UU, baik UU Perindustrian, UU Investasi, UU Perdagangan tentu kita mempermudah importasi daripada bahan baku garam,” ujar Enggartiasto usai mengikuti rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (19/1/2018).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan pernyataan hal senada dengan menteri perdagangan. Airlangga mengatakan impor garam industri dilakukan juga untuk menjaga iklim investasi yang ramah serta untuk melindungi tenaga kerja. 

Baca jugaBatas Impor Garam Industri Dipatok dan Tidak Perlu Izin KKP, Kok Bisa?

                       Pemerintah Putuskan Bakal Impor Garam Industri, Seberapa Banyak?

Airlangga mengatakan terkait upaya menjaga iklim investasi, makanya dalam Rakor pada hari ini diputuskan kalau impor garam industri tidak perlu lagi didahului dengan terbitnya rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kebijakan baru dimaksud, menurut Menteri Perindustrian juga terkait upaya pemerintah membenahi peringkat doing bussines Indonesia.  “Tahun ini kita mengharapkan pertumbuhan ekonomi dan investasi semakin masuk,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti