Pantau Flash
Tim Putri Indonesia Lolos ke Piala Uber 2020
Pemerintah Bantah RUU Cipta Kerja Sejalan dengan Sentralisasi Kekuasaan
Cadangan Minyak Indonesia Hanya 0,2 Persen Dunia, Kalah sama Malaysia
Erick Thohir Tunjuk Putra Papua Jadi Direktur PT Freeport Indonesia
Kelakar Menhub Budi Karya: Virus Korona Takut Nasi Kucing

Mendag Prioritaskan Perundingan Internasional Segera Diselesaikan pada 2020

Mendag Prioritaskan Perundingan Internasional Segera Diselesaikan pada 2020 Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyampaikan perkembangan terakhir tentang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan beberapa perundingan yang akan diprioritaskan untuk segera diselesaikan pada 2020.

Prioritas perundingan internasional tersebut, yaitu Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement, Indonesia—Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement, dan Indonesia—Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement.

“Semoga apa yang diamanatkan dapat tercapai untuk meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia,” katanya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Menteri ATR Sebut Wacana Penghapusan IMB dan AMDAL Masih Pro Kontra

Sementara itu, dalam rangka mewujudkan visi dan misi Presiden di bidang ekonomi, Wamendag Jerry Sambuaga juga menyatakan kesiapannya dalam membantu Mendag.

“Saya akan sepenuh hati melaksanakan arahan yang diberikan Mendag kepada saya dalam mewujudkan visi dan misi Presiden RI,” katanya.

Wamendag juga menyampaikan hasil kunjungan kerjanya ke Shanghai, Tiongkok, dalam rangka menghadiri pertemuan informal tingkat menteri Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Baca juga: Kemenperin Incar 40 Persen TKDN dalam 5 Tahun Mendatang

Pertemuan tersebut bertujuan menghasilkan rumusan dalam mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12 yang akan digelar di Kazakhstan pada 2020.

"Pada pertemuan tersebut, dibahas dua agenda, yaitu Possible Outcomes KTM WTO ke-12 dan Reformasi WTO. Pada kesempatan ini, Indonesia memperkuat komitmennya mendorong upaya reformasi WTO," katanya.



Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Ekonomi

Berita Terkait: