Mengapa Dirut MRT Mengaku Hati-Hati Tentukan Harga Tiket MRT?

Direktur Utama PT MRTDirektur Utama PT MRT

Pantau.com  Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT), William Sabandar mengaku pihaknya berhati-hati dalam menentukan besaran tarif MRT. “Kisaran (tarif) belum (ada). Itu harus didiskusikan, tim konsultan kami sedang hati-hati melihatnya dengan tingkat layanan seperti ini berapa tarif yang harus dihitung,” ujar William dalam Forum Diskusi Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta, Senin (29/1/2018).

William mengatakan penetapan tarif MRT, melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Alasannya dalam tarif MRT, ada subsidi yang diatur di Pemprov DKI Jakarta.

Hingga hari ini, William mengaku belum ada pembicaraan dengan Gubernur DKI Jakarta soal tarif tiket MRT. “Kita baru mau mengusulkan timeframe-nya Juli harus selesai. Kalau ada subsidi, itu harus masuk di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun depan di 2019,” kata William.

Sebelumnya sempat beredar kabar, tiket MRT bakal dipatok pada kisaran Rp17 ribu per orang. Besaran tarif tiket MRT, merupakan hasil perhitungan dari nilai investasi, jumlah penumpang, dan margin yang didapat.

Besaran tarif MRT, juga bakal bergantung dengan seberapa besar Pemprov bakal memberikan subsidi tarif MRT. Jadi, semakin besar subsidi Pemprov DKI Jakarta berupa public service obligation (PSO), masyarakat pengguna MRT bakal bisa membayar tarif tiket lebih murah.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti