Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Menkeu: Defisit APBN 'Offside' hingga November 2019 Rp368,9 Triliun

Menkeu: Defisit APBN 'Offside' hingga November 2019 Rp368,9 Triliun Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: Istimwa)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari hingga November 2019 telah mencapai Rp368,9 triliun atau 2,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Sampai akhir November defisit kita 2,29 persen atau Rp368,9 triliun,” kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Menkeu mengatakan defisit tersebut lebih tinggi daripada bulan sebelumnya yaitu Rp289,1 triliun atau 1,8 persen terhadap PDB dan meningkat 31,9 persen (yoy) dari periode sama tahun lalu Rp279,7 triliun atau 1,89 persen terhadap PDB.

Baca juga: Sri Mulyani Janji Bakal Perbaiki Sistem Pelayanan di Kemenkeu

Defisit dalam pagu APBN untuk tahun ini memiliki target sebesar Rp296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB sehingga defisit pada November tersebut telah melebihi ketentuan.

Di sisi lain, Sri Mulyani menuturkan total defisit itu pada akhir tahun berpotensi mengalami penurunan sebab hingga pertengahan Desember 2019 sudah lebih rendah dari 2,29 persen yaitu 2,21 persen. “Per 13 Desember 2019 defisit APBN turun menjadi 2,21 persen karena adanya kenaikkan pertumbuhan penerimaan pendapatan dan optimalisasi belanja,” ujarnya.

Sementara itu, total penerimaan negara hingga November 2019 sebesar Rp1.677,1 triliun atau 77,5 persen dari target APBN yakni Rp2.165,1 triliun. Penerimaan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp1.508,9 triliun dan sekaligus meningkat 0,9 persen (yoy) daripada periode sama 2018 yaitu Rp1.662,9 triliun.

Baca juga: Ini Lho Syarat Ekonomi Indonesia Tumbuh 7 Persen, Kata Sri Mulyani

Sri Mulyani merinci penerimaan itu berasal dari pendapatan dalam negeri mencapai Rp1.675,2 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.312,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp362,8 triliun.

“Penerimaan negara itu juga berasal dari hibah yaitu Rp1,9 triliun,” ujarnya.

Sedangkan belanja negara hingga November 2019 mencapai Rp2.046 triliun atau 83,1 persen terhadap target APBN yaitu Rp2.461,1 triliun. Angka tersebut meningkat 5,3 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu Rp1.942,6 triliun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: