Pantau Flash
Ahmad Sahroni: Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti-bukti Jelas
Takaaki Nakagami Raih Pole Position MotoGP Teruel di Aragon
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

Menko Airlangga: Realisasi PEN Capai 36,6 Persen

Headline
Menko Airlangga: Realisasi PEN Capai 36,6 Persen Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut hingga 17 September 2020 realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp254,4 triliun atau baru 36,6 persen dari pagu anggaran Rp695,2 triliun.

“PEN sudah terjadi akselerasi pencairan anggaran,” katanya dalam jumpa pers daring di Jakarta.

Baca juga: Indonesia Terancam Resesi, Bos BI Klaim Ekonomi Domestik Membaik

Sebelumnya, Menko Airlangga pada pengumuman realisasi PEN Jumat 11 September 2020, realisasi PEN mencapai Rp236,76 triliun atau 34,1 persen. Dalam satu minggu tersebut terjadi peningkatan realisasi sebesar 2,5 persen dari 34,1 persen menjadi 36,6 persen.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan PEN itu merinci pos untuk kesehatan realisasinya mencapai Rp18,45 triliun atau 33,47 persen dari pagu Rp87,55 triliun, perlindungan sosial mencapai Rp134,4 triliun atau 57,49 persen dari pagu Rp203,9 triliun.

Kemudian pos untuk sektoral kementerian/lembaga atau Pemda realisasinya mencapai Rp20,53 triliun atau 49,26 persen, insentif usaha sebesar Rp22,23 triliun atau 18,43 persen dan dukungan UMKM sebesar Rp58,74 triliun atau 41,34 persen.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Bisa Cepat Reda, Asal....

Meski begitu, ia optimistis realisasi PEN hingga akhir tahun mencapai 100 persen namun dengan realokasi anggaran di enam kelompok alokasi anggaran itu

Ia memperkirakan potensi realisasi atau penyerapan anggaran PEN sampai akhir tahun 2020, yakni kesehatan sebesar Rp84,02 triliun, perlindungan sosial Rp242,01 triliun, sektoral/Pemda Rp71,54 triliun, UMKM Rp128,05 triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp49,05 triliun, serta insentif usaha (Rp120,61 triliun).
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: