Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Menperin: Industri Bisa Cepat Rebound dengan Stimulus

Headline
Menperin: Industri Bisa Cepat Rebound dengan Stimulus Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pemerintah berupaya mencari jalan keluar untuk mendorong para pelaku industri di Tanah Air agar kembali bergairah usai mendapat tekanan berat dari dampak pandemi COVID-19.

Kebijakan strategis ini perlu diracik bersama dengan seluruh pemangku kepentingan agar tepat sasaran.

“Kami ingin industri kita bisa cepat rebound pasca-wabah virus korona ini, dengan memberikan berbagai stimulus yang komprehensif sesuai kebutuhan di sektornya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dipantau dari laman Kemenperin, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: KAI Tutupi Defisit Arus Kas dengan Stimulus dari Pemerintah Rp3,5 Triliun

Menteri Agus menyampaikan, sebelum pandemi COVID-19, pihaknya telah berupaya meningkatkan daya saing sektor industri melalui implementasi Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

"Kami akan terus perbarui atau menambah list penerima harga gas USD6 per MMBTU,” tambahnya.

Penetapan harga gas industri menjadi USD6 per MMBTU setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Beleid tersebut merupakan pelaksanaan dari hasil rapat terbatas pada 18 Maret 2020 lalu, yang memutuskan penyesuaian harga gas untuk industri termasuk kebutuhan PT PLN (Persero).

Baca juga: Pengamat: Stimulus Ekonomi Harus Merata ke Semua Industri

Ketujuh sektor itu adalah industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Dalam Permen 8/2020 juga diatur mengenai kriteria industri yang mendapat gas tertentu.

Industri yang selama ini mendapat harga tinggi, diturunkan menuju atau mendekati USD6 per MMBTU.

Ini tergantung seberapa besar kemampuan penyesuaian harga hulu dan biaya transportasinya. Tetapi bagi industri yang sudah mendapat harga di bawah USD6 per MMBTU, tetap berlaku dan tidak harus naik.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: