Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

Mensos Sebut Penerima PBI Adalah 40 Persen Rakyat Miskin di Indonesia

Mensos Sebut Penerima PBI Adalah 40 Persen Rakyat Miskin di Indonesia Mensos Agus Gumiwang dalam suatu kesempatan (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerima bantuan iuran (PBI) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah 40 persen dari jumlah total masyarakat termiskin yang ada di Indonesia.

"Penerima PBI tetap harus 40 persen dari masyarakat termiskin yang ada di Indonesia," katanya di Kementerian Sosial RI, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Tok! DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS, Tapi........

Ia mengatakan iuran BPJS Kesehatan itu dibayar oleh negara melalui APBN yang selanjutnya disalurkan melalui PBI tersebut. Tugas Kementerian Sosial dalam program tersebut adalah memberikan data kepada Kementerian Kesehatan mengenai orang-orang yang layak mendapatkan bantuan.

Nama penerima PBI tersebut harus ada di dalam data kesejahteraan sosial. Bagi mereka yang namanya tidak ada di dalam data tersebut, maka mereka tidak berhak mendapatkan PBI.

"Tugas Kemensos adalah memberikan data yang seakurat mungkin kepada Kemenkes agar program PBI ini efektif dan tepat sasaran," kata dia.

Baca juga: Soal Iuran BPJS Naik, Komisi XI DPR: Pemerintah Jangan Terburu-buru!

Terkait jumlah iuran, Menteri Agus tidak memberikan penjelasan karena merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Namun, ia memastikan tidak ada pengurangan dari 96,8 juta orang mendapatkan bantuan PBI.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: